Nasional » 60% Warga Setuju Program Makan Bergizi Gratis Sasar Seluruh Anak

60% Warga Setuju Program Makan Bergizi Gratis Sasar Seluruh Anak

oleh
Jejak Roda di Sarang Harimau: Ekspedisi Nomadic Mengukir Kisah Peduli di Pesawaran
Komunitas Nomadic 4x4 Adventure Awaits berkolaborasi dengan Brigif 4 Mar/BS menyelenggarakan makan bergizi gratis bagi ratusan pelajar SD di Marines Echo Park (MEP) Padang Cermin, Pesawaran, Kamis (25/9/2025). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada seluruh anak di tanah air tanpa terkecuali.

Berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 15–21 Januari 2026, sebanyak 60,0% responden mendukung cakupan universal tersebut dibandingkan opsi sasaran khusus lainnya.

Program unggulan pemerintah ini mencatatkan tingkat kepuasan publik yang tinggi, yakni mencapai 72,8%.

Angka tersebut terdiri dari 12,2% warga yang menyatakan “Sangat puas” dan 60,6% “Cukup puas”.

Sebaliknya, terdapat 24,4% warga yang merasa tidak puas, dengan rincian 19,9% kurang puas dan 4,5% tidak puas sama sekali.

Distribusi Kepuasan dan Realisasi Manfaat

Kepuasan terhadap program ini tersebar secara beragam di berbagai segmen demografi dan wilayah.

Generasi Z menjadi kelompok yang paling puas dengan angka 80,7%, diikuti oleh etnis Bugis (80,3%) dan Melayu (77,7%).

Secara geografis, wilayah Kalimantan mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 80,9% dan Bali-Nusa 79,3%, sementara Jakarta menjadi wilayah dengan kepuasan terendah di angka 52,4%.

Di tingkat rumah tangga, dampak program mulai terasa secara nyata. Data lapangan menunjukkan bahwa 35,5% responden mengaku anggota keluarga mereka, termasuk anak sekolah, wanita hamil, hingga ibu menyusui, sudah menerima manfaat langsung dari program MBG.

60% Warga Setuju Program Makan Bergizi Gratis Sasar Seluruh Anak
Data diolah dari Rilis Survei Nasional Indikator Politik Indonesia, 8 Februari 2026

Aspirasi Target Penerima & Dampak Politik

Terkait target penerima, masyarakat memiliki preferensi yang kuat untuk tidak membatasi bantuan hanya pada kelompok tertentu.

Selain 60% warga yang menginginkan cakupan menyeluruh, hanya 13,2% yang setuju jika MBG dikhususkan bagi anak yang membutuhkan saja.

Sementara itu, 19,8% responden memilih kombinasi anak yang membutuhkan di wilayah terpencil atau miskin, dan 6,2% ingin fokus hanya di wilayah terpencil.

Kesuksesan program ini juga menjadi pilar utama kepuasan terhadap kepemimpinan nasional.

Tercatat sebanyak 88,5% warga yang puas dengan MBG menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, keberadaan program ini menjadi alasan spontan bagi 8,4% responden dalam memberikan apresiasi terhadap kinerja Presiden.

Tantangan Integritas dan Risiko Korupsi

Meskipun mendapat dukungan luas, Indikator Politik Indonesia memberikan catatan kritis mengenai integritas pelaksanaan di lapangan.

Sebanyak 61,7% warga menyatakan kurang atau tidak percaya sama sekali bahwa program MBG akan bersih dari praktik korupsi.

Rinciannya, 45,6% merasa kurang percaya dan 16,1% tidak percaya sama sekali. Hanya 33,8% warga yang merasa yakin bahwa program ini akan berjalan tanpa korupsi.

Tingkat ketidakpercayaan ini terpantau lebih tinggi pada kelompok masyarakat berpendidikan tinggi (lulusan perguruan tinggi) yang mencapai 74,6% serta kelompok pengusaha dan wiraswasta sebesar 78,6%.

Rendahnya kepercayaan publik terhadap transparansi pelaksanaan ini dianggap dapat menjadi ancaman bagi stabilitas politik jika pemerintah tidak segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem.

Baca Juga: INDIKATOR: 6 dari 10 Warga Tak Percaya Program MBG Bebas Korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *