DASWATI.ID – Fuad dan Fikran merelakan nyawa demi menyelamatkan sahabatnya dari ombak Pantai Mandiri di Krui, Pesisir Barat. Kisah heroik dua pemuda ini menjadi bukti nyata sebuah pengorbanan tulus.
DALAM ARTIKEL:
Persahabatan sejati terkadang menuntut pengorbanan yang luar biasa besar.
M. Fuad Abdillah (20) dan Fikran Aulia Ulwan (19) menunjukkan keberanian itu saat mencoba menyelamatkan nyawa sahabat mereka di Pantai Mandiri Sejati, Pesisir Barat.
Sayangnya, aksi heroik ini berakhir duka setelah keduanya ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Selasa (24/3/2026) malam.
Rela Berkorban demi Sahabat
Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (23/3/2026) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, seorang rekan mereka bernama Raditya Ananta tiba-tiba terseret ombak saat mandi di pinggir pantai.
Fuad dan Fikran yang melihat kejadian itu segera bergerak cepat memberikan pertolongan.
Meski Raditya berhasil mereka selamatkan, arus kuat justru menarik Fuad dan Fikran hingga hilang ke tengah laut.
Pencarian Intensif Tim Gabungan
Kabar hilangnya kedua pemuda ini segera memicu operasi pencarian besar-besaran.
Tim SAR dari berbagai unsur, seperti BPBD Pesisir Barat, Polairud, hingga masyarakat setempat, bahu-membahu menyisir lokasi kejadian.
Komandan Tim (Dantim) Rescue Dharma Saputra menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan pada tengah malam.
“Setelah menerima informasi, tim rescue langsung kami kerahkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi tiba pagi hari,” ujar Dharma dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Tim segera melakukan koordinasi dan memulai pencarian intensif di sekitar titik hilangnya korban sejak pagi hari.
Ditemukan Setelah Perjuangan Panjang
Setelah seharian melakukan penyisiran, tim akhirnya membuahkan hasil pada sore hari. Petugas menemukan jasad Fuad pada pukul 17.30 WIB sekitar 100 meter dari lokasi awal.
Tak lama kemudian, tim kembali menemukan Fikran pada pukul 18.23 WIB dalam kondisi meninggal dunia sejauh 300 meter dari titik kejadian.
Petugas segera mengevakuasi kedua jenazah ke Puskesmas Krui untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi berakhir pada pukul 19.00 WIB.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang kekuatan alam yang sulit diprediksi.
Pesan untuk Kewaspadaan Bersama
Menutup operasi tersebut, Dharma Saputra mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di wilayah pantai yang berisiko tinggi.
Ia menekankan pentingnya keselamatan diri di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak mengambil risiko berbahaya tanpa peralatan keselamatan yang memadai,” tegas Dharma.
Pihaknya meminta masyarakat segera melaporkan jika terjadi kondisi yang membahayakan manusia melalui call center 115 atau 081280048006.
Kini, keberanian Fuad dan Fikran akan selalu dikenang sebagai bukti nyata sebuah kasih sayang dan pengorbanan demi keselamatan orang lain.


