Pendidikan » Bulega dan POC: Life Hack Mahasiswa Unila, Budget Minim Hasil Maksimal!

Bulega dan POC: Life Hack Mahasiswa Unila, Budget Minim Hasil Maksimal!

oleh
Bulega dan POC: Life Hack Mahasiswa Unila, Budget Minim Hasil Maksimal!
Mahasiswa KKN Universitas Lampung mendemonstrasikan program Bulega (Budidaya Lele dalam Galon) dan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Rajabasa II pada Minggu (1/2/2026). Dokumentasi Universitas Lampung

DASWATI.ID – Mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) menyulap limbah rumah tangga menjadi solusi pangan mandiri bagi warga RT 05 Desa Rajabasa II, Kecamatan Rajabasa.

Melalui inovasi Bulega (Budidaya Lele dalam Galon) dan Pupuk Organik Cair (POC) pada Minggu (1/2/2026) lalu, mereka membuktikan bahwa ketahanan pangan keluarga bisa dimulai dari pekarangan rumah dengan biaya minimal.

Inovasi Lahan Sempit: Ternak Lele dalam Galon

Program Bulega hadir sebagai jawaban bagi warga yang ingin beternak namun terkendala lahan dan modal.

Metode ini menggunakan galon bekas yang dimodifikasi dengan keran di bagian bawah untuk saluran pembuangan air kotor, sehingga memudahkan perawatan harian.

Perwakilan kelompok KKN Unila, Tryolla Putri, menjelaskan bahwa pemilihan metode ini didasari oleh kemudahan aplikasinya bagi masyarakat luas.

“Budidaya lele dalam galon ini tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Selain menghasilkan sumber protein, pemanfaatan galon bekas juga membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan,” ujar Tryolla dalam keterangannya, Senin (9/2/2026). 

Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Bernilai Jual

Tak hanya fokus pada protein hewani, mahasiswa Unila juga mengedukasi warga mengolah limbah organik menjadi POC.

Sisa sayuran dan buah diolah melalui proses fermentasi menggunakan EM4 dan molase untuk menghasilkan pupuk cair ramah lingkungan.

Inovasi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai buruh harian lepas.

Dengan memanfaatkan sampah dapur, warga kini memiliki akses gratis terhadap pupuk berkualitas.

“Masyarakat dapat memanfaatkan sisa sayur dan buah menjadi produk yang berguna untuk tanaman, bahkan berpotensi memiliki nilai jual,” tambah Tryolla.

Mendorong Kemandirian dan Kelestarian Lingkungan

Kegiatan yang menggandeng Komunitas Ruang Pangan ini mendapat dukungan penuh dari pengurus RT dan antusiasme tinggi dari warga.

Selain memberikan dampak ekonomi, program hasil inisiasi 13 mahasiswa KKN ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif secara berkelanjutan.

Melalui praktik langsung mulai dari persiapan alat hingga fermentasi, warga diharapkan mampu menduplikasi metode ini secara mandiri.

“Harapannya, program Bulega dan POC ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan,” tutup Tryolla. 

Baca Juga: U-TEWS: Penghalau Panik Megathrust dari Universitas Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *