DASWATI.ID – FBI dan Polri membongkar sindikat phishing W3LL dengan kerugian Rp350 miliar. Polisi menangkap G.L. pengembang utama platform kejahatan siber global tersebut.
Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar jaringan kejahatan siber global “W3LL”.
Kedutaan Besar AS di Jakarta, dalam siaran pers pada Kamis (23/4/2026) sore, menyebutkan kerja sama ini merupakan investigasi siber gabungan pertama yang dilakukan oleh kedua negara.
Sebelumnya, pengumuman keberhasilan operasi besar ini berlangsung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Tim penyidik menangkap seorang pria berinisial G.L. yang diduga kuat sebagai pengembang utama perangkat peretasan (phishing kit) tersebut.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita berbagai aset dan perangkat keras yang menyimpan bukti ribuan target di seluruh dunia.
Operasi ini bertujuan melumpuhkan infrastruktur digital yang selama bertahun-tahun meresahkan pengguna internet global.
Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

Jaringan ini menjalankan aksinya melalui pasar daring bernama W3LLSTORE.
Sejak tahun 2019 hingga 2023, pusat aktivitas ilegal ini telah menjual lebih dari 25.000 akun yang berhasil mereka bobol.
Sepanjang tahun 2023 hingga 2024 saja, perangkat phishing milik G.L. menyasar lebih dari 17.000 korban di hampir seluruh benua.
Total transaksi penipuan yang difasilitasi oleh sindikat ini mencapai lebih dari 20 juta dolar AS atau setara dengan Rp350 miliar.
Angka fantastis tersebut berasal dari berbagai upaya pencurian kredensial akun dan transaksi keuangan ilegal di berbagai negara.
Platform Kejahatan Siber Lengkap
Agen Spesial FBI Atlanta, Marlo Graham, menegaskan bahwa jaringan ini sangat berbahaya karena kecanggihannya.
“Ini bukan sekadar phishing biasa—ini adalah platform kejahatan siber layanan lengkap,” ujar Graham dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa FBI akan terus menggunakan segala perangkat yang tersedia untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa.
Sinergi Intelijen Digital dan Lapangan
Keberhasilan penangkapan ini bergantung pada koordinasi ketat antara penyidik siber FBI Atlanta, Bareskrim Polri, dan Polda Nusa Tenggara Timur.
Perwakilan FBI, Robert Lafferty, menjelaskan bahwa pembagian tugas menjadi kunci utama operasi ini.
“Saat FBI memantau jejak digital dan melacak aliran keuangan di Amerika Serikat, Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk menemukan dalang operasi dan mengumpulkan bukti digital yang kritis,” kata Lafferty.
Kerja sama strategis ini membuktikan bahwa batas negara bukan lagi penghalang untuk memberantas kejahatan di dunia maya.


