Lampung » Infrastruktur Lampung High-Tech & High-Way: Rakyat Sejahtera!

Infrastruktur Lampung High-Tech & High-Way: Rakyat Sejahtera!

oleh
62 Ruas Jalan Provinsi Lampung Mulus Sebelum Lebaran
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau perbaikan jalan provinsi di Kota Metro, Senin (23/2/2026). Dokumentasi Biro Adpim Pemprov Lampung

DASWATI.ID – Infrastruktur Lampung kini High-Tech & High-Way! Akses internet 5G menjangkau ribuan desa dan jalan provinsi kian mantap demi memacu investasi serta kesejahteraan rakyat.

DALAM ARTIKEL: 

Provinsi Lampung saat ini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Melalui visi “Bersama Lampung Maju Menuju Emas 2045”, pemerintah provinsi menjalankan misi “3 CITA” sejak keduanya dilantik pada 20 Februari 2025.

Program ini fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inovatif, penguatan sumber daya manusia, serta pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Lampung.

Ekonomi Melesat di Jalur Cepat

Pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan performa yang sangat membanggakan. Pada tahun 2025, ekonomi melesat sebesar 5,28 persen, meningkat signifikan dari angka 4,57 persen di tahun sebelumnya.

Capaian ini menempatkan Lampung dalam jajaran tiga besar provinsi dengan performa ekonomi terbaik di seluruh Pulau Sumatra.

Keberhasilan ekonomi ini juga didukung oleh pengelolaan keuangan daerah yang sehat dan mandiri.

Pemerintah mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp6,71 triliun dengan belanja daerah mencapai Rp6,68 triliun untuk mendanai berbagai program strategis.

Selain itu, arus modal dalam negeri (PMDN) mengalir kuat dengan nilai investasi mencapai Rp9,46 triliun sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Laju Ekonomi Lampung 2025 di Tangga Ketiga Sumatra

Prabowo Subianto Tegaskan Kepala Daerah adalah Pelayan Rakyat
Pengambilan sumpah/jabatan kepala daerah terpilih secara simbolis diwakili enam kepala daerah berdasarkan perwakilan agama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Foto: Istimewa

Lumbung Pangan Nasional yang Tangguh

Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang 26,90 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Lampung mengukuhkan statusnya sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling, yang menghasilkan 1,87 juta ton beras.

Kabupaten Lampung Tengah menjadi penyumbang terbesar dengan total panen 694,73 ribu ton padi.

Selain padi, komoditas unggulan lainnya juga terus berkembang pesat. Pemerintah mengelola 152.507 hektare areal tanaman kopi rakyat serta memacu produksi cabai keriting hingga mencapai 194,28 ribu kuintal.

Di sektor peternakan, populasi ayam ras pedaging tercatat sebanyak 94,81 juta ekor yang menghasilkan 115,88 ribu ton daging untuk kebutuhan pasar.

Baca Juga: Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026

Digitalisasi Hingga Pelosok Desa

Kemajuan teknologi kini tidak lagi hanya dinikmati oleh warga kota, tetapi juga menyentuh pelosok pedesaan.

Pemerintah provinsi secara aktif memberdayakan 2.654 desa/kelurahan yang tersebar di 229 kecamatan.

Infrastruktur digital menjadi prioritas utama, di mana sebanyak 2.466 desa kini telah terjangkau oleh sinyal internet 5G, 4G, maupun LTE.

Akses digital yang merata ini mendorong munculnya ekosistem ekonomi baru di tingkat desa. Keberadaan koperasi dan akses informasi yang cepat membantu masyarakat desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Transformasi digital ini menjadi landasan penting bagi Lampung untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Baca Juga: Distribusi Beras Lampung: Efisien, Surplus, dan Berbasis Digital

Infrastruktur Lampung High-Tech & High-Way: Rakyat Sejahtera!
Sumber Data: “Provinsi Lampung Dalam Angka 2026”, diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada 27 Februari 2026

Geliat Industri dan Pariwisata

Sektor industri manufaktur semakin menguat dengan hadirnya 408 unit perusahaan industri besar dan sedang di seluruh wilayah Lampung.

Pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lampung kini menyediakan 55 hotel berbintang dan 432 hotel nonbintang untuk melayani para wisatawan yang berkunjung.

Sektor kuliner juga menjadi magnet baru bagi perekonomian daerah. Terdapat 3.728 unit rumah makan atau restoran yang beroperasi pada tahun 2025.

Tingginya aktivitas di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum ini menghasilkan pertumbuhan angka tertinggi mencapai 7,83 persen.

Konektivitas dan Kemandirian Energi

Pembangunan infrastruktur fisik terus digenjot untuk memperlancar arus barang dan jasa.

Hingga tahun 2025, total panjang jalan provinsi mencapai 1.695 km, dengan 70,28 persen di antaranya dalam kondisi permukaan yang baik.

Di sektor udara, Bandara Radin Inten II juga mencatatkan peningkatan jumlah penumpang domestik yang menunjukkan mobilitas masyarakat semakin tinggi.

Kemandirian energi juga menjadi fokus strategis melalui pemanfaatan panas bumi (geothermal) sebagai energi bersih.

PT PLN mencatatkan produksi listrik sebesar 6,32 miliar kWh untuk melayani sekitar 2,79 juta pelanggan setiap bulannya.

Dengan nilai penjualan listrik lebih dari Rp6,43 triliun, aktivitas produktif masyarakat Lampung kini didukung oleh ketersediaan daya yang sangat memadai.

Baca Juga: Mengulas Masa Depan Energi Terbarukan di Provinsi Lampung

Aksi URC Lampung Pastikan Jalan Provinsi Nyaman Dilalui Saat Lebaran
Wagub Lampung Jihan Nurlela didampingi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas (kanan) dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah (kiri) meninjau perbaikan jalan di ruas Pringsewu–Pardasuka, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

Meningkatnya Kualitas Hidup Warga

Segala inovasi dan pembangunan infrastruktur ini pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung naik secara konsisten hingga mencapai angka 73,98 pada tahun 2025.

Kota Bandar Lampung dan Kota Metro memimpin capaian IPM tertinggi dengan angka masing-masing 81,26 dan 81,22.

Pemerintah juga berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 7,37 persen pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin turun dari 941,23 ribu jiwa menjadi 887,02 ribu jiwa, sejalan dengan penurunan angka pengangguran terbuka yang kini berada di level 4,14 persen.

Baca Juga: Potret Penurunan Kemiskinan di Lampung September 2025

Dengan dukungan 96.657 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdedikasi, Lampung terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik terbaik.

Menghadapi proyeksi penduduk sebesar 9,62 juta jiwa pada tahun 2026, sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi warga akan membawa Lampung menjadi provinsi yang lebih maju, beradab, dan sejahtera. (*)

*Sumber Data: “Provinsi Lampung Dalam Angka 2026”, diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada 27 Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *