Pendidikan » Itera dan BPHL Wilayah VI Jalin Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari

Itera dan BPHL Wilayah VI Jalin Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari

oleh
Itera dan BPHL Wilayah VI Jalin Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari
Audiensi Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VI dengan Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, di Ruang Rapat Gedung A Itera, Rabu (4/2/2026). Dokumentasi Itera

DASWATI.IDInstitut Teknologi Sumatera (Itera) dan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VI resmi menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Sinergi ini bertujuan mendukung ketahanan pangan, energi, dan air melalui integrasi ilmu pengetahuan dan pelestarian alam.

Pertemuan audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Itera pada Rabu (4/2/2026).

Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menerima langsung kunjungan tim BPHL yang dipimpin oleh Dr. Dudi Iskandar.

Rektor Itera menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran krusial dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan melalui tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga: Kemendag Perketat Aturan Mutu Karet Demi Daya Saing Global

Menurut dia, Itera siap mengerahkan sumber daya keilmuan dan berbagai program studi untuk mengembangkan kawasan berbasis konservasi.

“Itera memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan, salah satunya melalui pengembangan Kebun Raya Itera sebagai pusat edukasi, konservasi, dan ekowisata,” ujar Prof. Nyoman.

Kepala BPHL Wilayah VI, Dr. Dudi Iskandar, menyatakan bahwa audiensi ini merupakan langkah awal untuk menerapkan cara kerja baru dalam pengelolaan kehutanan.

Ia mendorong agar kolaborasi ke depan tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus didukung oleh kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang nyata.

“Kami mendorong kolaborasi yang dibarengi dengan penelitian dan pendidikan. Kerja sama ini akan segera kami tindak lanjuti melalui perjanjian resmi,” jelas Dr. Dudi.

Lingkup kerja sama ini mencakup penelitian kehutanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta inovasi pengelolaan hutan lestari.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kehutanan di Lampung yang berdaya guna bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Uni Eropa Sahkan Aturan Produk Bebas Deforestasi untuk 7 Komoditas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *