DASWATI.ID — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Lampung bersama sejumlah organisasi komunitas disabilitas lainnya menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang mendalam dengan menggalang bantuan bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra.
Aksi yang dinamakan “Disabilitas Lampung Peduli Bencana Banjir & Longsor di Sumatra,” merupakan upaya untuk membuktikan bahwa komunitas disabilitas juga mampu berkontribusi secara aktif bagi masyarakat banyak dan menjadi bagian penting dari proses pemulihan bencana.
Ajakan Solidaritas di Tugu Adipura
Ketua PPDI Provinsi Lampung, Edi Waluyo, secara langsung mengajak rekan-rekan disabilitas dan masyarakat umum untuk ikut serta bergabung dan berpartisipasi aktif dalam penggalangan dana.
“Kegiatan kemanusiaan ini akan berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Bundaran Tugu Adipura Kota Bandar Lampung,” ujar dia pada Selasa (9/12/2025) sore.
Dalam pelaksanaan aksinya, jelas Edi, PPDI menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Komunitas Disabilitas Bandar Lampung, HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia), dan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia).
Edi Waluyo menekankan pentingnya uluran tangan dan kepedulian dari semua pihak, mengingatkan bahwa bencana banjir di Sumatera telah menenggelamkan harapan banyak saudara.
“Sekecil apa pun kepedulianmu, berarti besar bagi mereka. Mari bergerak. Kami Tunggu di Lokasi,” pungkas dia.
Baca Juga: Lahirnya Sejarah Inklusi: Perkumpulan Disabilitas Kota Bandar Lampung

Dampak Parah Bencana di Sumatra
Aksi solidaritas ini merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada penghujung November 2025, yang telah meninggalkan jejak kehancuran luar biasa.
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (9/12/2025) sore pukul 18.00 WIB, dampak bencana ini sangat masif.
Total korban jiwa mencapai 964 jiwa meninggal dunia, sementara 262 jiwa dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 5.000 jiwa mengalami luka-luka, dan sebanyak 890.900 jiwa terpaksa mengungsi.
Kondisi para pengungsi di beberapa kabupaten/kota yang terdampak bencana semakin memprihatinkan karena mereka mulai terpapar penyakit kulit dan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur di 52 kabupaten/kota terdampak.
Tercatat sebanyak 157.900 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan juga melanda 1.200 fasilitas umum, 215 fasilitas kesehatan, 584 fasilitas pendidikan, 423 rumah ibadah, 287 gedung perkantoran, dan 498 jembatan.
Baca Juga: Bencana Sumatra: Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Miliaran Rupiah

