DASWATI.ID – Indonesia memetakan sebaran Logam Tanah Jarang di Sumatra hingga Kalimantan. Pendataan masif ini menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi industri strategis nasional.
DALAM ARTIKEL:
Indonesia menyimpan harta karun geologi yang luar biasa di dalam perut buminya.
Salah satu komoditas yang kini menjadi pusat perhatian dunia adalah Logam Tanah Jarang (LTJ).
Mineral ini memegang peranan vital dalam pengembangan teknologi masa depan, mulai dari baterai kendaraan listrik hingga peralatan militer canggih.
Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 228.K/MB.03/MEM.G/2025 terus memutakhirkan data neraca sumber daya ini untuk mengoptimalkan potensinya.
Potensi Besar Sumber Daya LTJ

Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan Logam Tanah Jarang yang sangat signifikan.
Total sumber daya bijih LTJ mencapai 136.205.309 ton, dengan kandungan logam sebesar 118.650 ton.
Angka ini mencakup kategori sumber daya tereka sebanyak 128,8 juta ton bijih, sumber daya tertunjuk 5,4 juta ton bijih, dan sumber daya terukur sebesar 1,8 juta ton bijih.
Melimpahnya angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemain potensial dalam rantai pasok teknologi global.
Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan mineral pengikut lainnya yang juga mengandung unsur tanah jarang.
Monasit, misalnya, tercatat memiliki total sumber daya mencapai 6.925.944.594 ton bijih dengan kandungan logam 186.663 ton.
Selain itu, terdapat pula Xenotim dengan total sumber daya bijih sebesar 6.466.257.914 ton dan kandungan logam 20.734 ton.
Keberagaman sumber daya ini memberikan pilihan luas bagi industri pengolahan dalam negeri untuk berkembang.
Tantangan Eksplorasi dan Cadangan

Meskipun sumber daya yang terdata sangat besar, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengubahnya menjadi cadangan terbukti.
Berdasarkan data pemutakhiran tahun 2024, total cadangan untuk Logam Tanah Jarang, Monasit, dan Xenotim masih tercatat nol.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi detail perlu ditingkatkan guna memastikan kelayakan ekonomis dan teknis penambangan.
Pemerintah terus mendorong koordinasi antarlembaga untuk mempercepat proses identifikasi karakteristik wilayah tambang ini.
Sebaran Lokasi di Nusantara
Harta karun ini tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Peta sebaran lokasi menunjukkan bahwa kelompok logam ringan dan langka ini dapat ditemukan di beberapa pulau besar.

Secara geografis, lokasi LTJ, Monasit, dan Xenotim teridentifikasi di wilayah Sumatra, Kepulauan Bangka Belitung, serta sebagian wilayah Kalimantan.
Pemetaan yang akurat ini menjadi acuan penting bagi penyusunan rencana strategis pengelolaan mineral nasional.
Masa Depan Industri Strategis
Pemanfaatan LTJ secara optimal akan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri strategis global.
Logam ini masuk ke dalam klasifikasi mineral strategis dan kritis karena fungsinya yang tidak tergantikan dalam teknologi modern.
Dengan pengelolaan yang tepat, kekayaan geologi ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi bangsa.
Keseriusan pemerintah dalam mendata setiap ton mineral ini menjadi langkah awal menuju kedaulatan industri berbasis sumber daya alam.



