DASWATI.ID – Pilkada Pesawaran 2024 berlangsung sangat kompetitif dan penuh dinamika.
Pada pemilihan yang digelar pada 27 November 2024, pasangan Aries Sandi Darma Putra – Supriyanto unggul tipis dengan perolehan suara sebesar 59,77% atau 143.391 suara.
Sementara itu, pasangan Nanda Indira Bastian – Antonius Muhammad Ali memperoleh 40,23% atau 97.625 suara.
Selisih suara yang sangat jauh menunjukkan persaingan antara kedua pasangan calon.
Namun, hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar pada 24 Mei 2025 kemudian menunjukkan perubahan signifikan.
Pilkada Pesawaran diulang karena Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi calon bupati terpilih, Aries Sandi Darma Putra, yang terbukti tidak memenuhi syarat pencalonan, yakni tidak memiliki ijazah SLTA/SMA.
Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT) melalui aplikasi JagaSuara2024, pasangan Nanda – Antonius kini memperoleh 128.715 suara atau 59,26%, sedangkan pasangan Supriyanto – Suriansyah hanya mendapatkan 88.482 suara atau 40,74%.
Selisih suara melonjak tajam menjadi 18,52% untuk kemenangan Nanda – Antonius.
Pengamat politik dari Universitas Lampung menilai perubahan arah suara dalam PSU Pilkada Pesawaran 2024 bukan sekadar fenomena politik biasa.
Kombinasi faktor strategis, pergeseran dukungan partai, figuritas calon, serta antusiasme masyarakat menjadi kunci utama yang menjelaskan mengapa pasangan Nanda – Antonius mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan signifikan.

Dinamika dan Faktor Perubahan Suara
Bendi Juantara, akademisi Universitas Lampung, menilai bahwa hasil PSU belum bisa dijadikan kesimpulan final karena masih menunggu rekapitulasi resmi dari KPU Pesawaran.
Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tunggu Hasil Resmi PSU Pesawaran dari KPU
Namun, ia mengakui adanya perbedaan signifikan antara hasil Pilkada 27 November dan PSU yang menjadi fenomena menarik untuk dicermati.
Menurut Bendi, pada Pilkada sebelumnya, konsentrasi koalisi partai politik terpecah di 15 kabupaten/kota se-Lampung, sementara PSU hanya berfokus pada kontestasi di tingkat kabupaten Pesawaran.
Hal ini membuat dinamika politik menjadi lebih terfokus dan intens.
Baca Juga: Gerindra dan PDIP Kerja Sama di Pilkada Serentak Provinsi Lampung 2024
Ia juga menyoroti dukungan koalisi partai politik yang mengusung pasangan Nanda – Antonius yang sangat masif dan konsisten yaitu Partai Gerindra, PDI Perjuangan, NasDem, PAN, PKB, PKS, PBB, PKN, Hanura, Perindo. Sementara Supriyanto – Suriansyah diusung PPP dan Golkar.
“Strategi politik pasangan Nanda–Antonius tampak lebih matang. Tim sukses mereka melakukan evaluasi dan pemetaan suara secara detail sehingga mampu mengidentifikasi basis pemilih loyal dan potensi suara yang bisa dimaksimalkan,” jelas Bendi saat dihubungi dari Bandar Lampung, Minggu (25/5/2025) malam.
Ia menambahkan bahwa meskipun waktu pelaksanaan PSU relatif singkat, yakni 90 hari pasca putusan Mahkamah Konstitusi, 24 Februari 2025, pasangan ini mampu mengatur strategi dan mengubah peta dukungan.
Salah satu perubahan kunci adalah pergeseran dukungan Partai Demokrat dari pasangan Supriyanto–Suriansyah ke pasangan Nanda–Antonius.
“Pergeseran ini memengaruhi arah dukungan politik secara signifikan, sehingga koalisi pendukung Supriyanto–Suriansyah menjadi tidak sekuat sebelumnya,” lanjut Bendi.

Bendi juga menyoroti figuritas Aries Sandi Darma Putra yang memiliki rekam jejak kuat dan pengaruh besar di hati masyarakat pada Pilkada sebelumnya.
Namun, pada PSU, pengaruh figuritas tersebut tidak sekuat pada pemilihan pertama, sehingga berdampak pada perolehan suara pasangan Supriyanto–Suriansyah.
Sementara itu, Darmawan Purba, akademisi Universitas Lampung lainnya, menambahkan bahwa kemenangan pasangan Nanda – Antonius didukung oleh beberapa faktor utama.
Pertama, keberhasilan konsolidasi dan strategi terstruktur yang melibatkan pembentukan tim saksi dan jejaring penggerak suara yang solid.
“Pengawalan ketat dari partai pengusung turut memperkuat koordinasi selama proses pemilihan,” kata dia di Bandar Lampung.
Faktor kedua adalah koalisi tokoh lokal yang kompak dan aktif turun langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat. Hal ini meningkatkan tingkat penerimaan dan memperluas basis dukungan publik.
Selain itu, peralihan dukungan masyarakat dari Aries Sandi – Supriyanto, yang sebelumnya dibatalkan kemenangannya, turut memperkuat posisi pasangan Nanda – Antonius.
Terakhir, keterbatasan waktu dan pendanaan politik yang dialami pasangan Supriyanto – Suriansyah menjadi hambatan dalam melakukan sosialisasi dan penggalangan dukungan secara optimal.
“Secara keseluruhan, kombinasi strategi yang matang, dukungan tokoh lokal yang solid, pergeseran dukungan masyarakat, serta keterbatasan sumber daya lawan menjadi faktor utama kemenangan pasangan Nanda – Antonius,” ujar Darmawan.

Antusiasme dan Harapan Masyarakat Pesawaran
Di tengah dinamika politik tersebut, pelaksanaan PSU Pilkada Pesawaran disambut antusias oleh warga meskipun mereka harus memberikan suara untuk kedua kalinya.
Selvi (36), warga Dusun Sri Menanti, mengaku tetap semangat mengikuti PSU demi terwujudnya perubahan di Pesawaran.
“Sebagai warga negara yang baik, saya harus nyoblos. Saya ingin suara saya bermanfaat untuk perubahan dan perkembangan Kabupaten Pesawaran,” ujar dia usai mencoblos di TPS 004 Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan.
Evi (42), juga dari Dusun Sri Menanti, berharap PSU membawa kemajuan bagi daerahnya.
“Masa di Pesawaran nggak ada kemajuan? Jadi biar ada kemajuan dan rakyatnya diurusi yang baik,” kata dia.
Tika (30), warga Bagelen, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat demi masa depan daerah.
“Masyarakat harus maju kedepannya, jadi harus ‘milih ulang lagi supaya daerah kita maju,” ujar dia di TPS 002 Desa Bagelen, Gedongtataan.
Desi, warga Bagelen lainnya, sempat kecewa karena harus kembali ke TPS akibat pemilihan pertama yang dinyatakan tidak sah.
Namun, ia tetap mengikuti aturan dan berharap hasil PSU membawa kebaikan.
“Harapannya, apapun pilihan, mudah-mudahan yang terbaik untuk Pesawaran, terutama perbaikan jalan dan sekolah yang pernah ambruk,” kata Desi.
Baca Juga: Antusiasme Warga Pesawaran dalam Pemungutan Suara Ulang

