Pendidikan » Mengenal Elfahmi, Penjaga Mutu Herbal di Kursi Rektor Itera

Mengenal Elfahmi, Penjaga Mutu Herbal di Kursi Rektor Itera

oleh
Mengenal Elfahmi, Penjaga Mutu Herbal di Kursi Rektor Itera
Kemenkes RI memberikan penghargaan kepada Guru Besar Sekolah Farmasi (SF) ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si. (kanan), atas kontribusi risetnya dalam pengembangan senyawa baku pembanding dari tanaman obat untuk mendukung kualitas obat herbal di Indonesia, Jumat (8/11/2024). Dokumentasi Kemenkes RI

DASWATI.ID – Inovator MarkHerb Prof. Elfahmi memenangi pemilihan Rektor Itera 2026–2030. Pakar herbal ITB ini siap membawa misi kemandirian riset guna memajukan teknologi nasional.

Ruang Rapat Utama Gedung A Institut Teknologi Sumatra (Itera), Lampung Selatan, menjadi saksi sejarah baru pada Rabu (20/5/2026).

Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si., seorang pakar farmasi yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga mutu herbal Indonesia, terpilih menjadi Rektor Itera periode 2026–2030.

Melalui pemilihan tertutup, ia memperoleh dukungan mutlak sebesar 91,30 persen suara, mengungguli dua kandidat lainnya.

Kemenangan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan simbol harapan baru bagi institusi teknologi di gerbang Pulau Sumatra.

“Amanah sebagai Rektor Itera merupakan tanggung jawab besar,” ujar Elfahmi penuh takzim setelah prosesi pemilihan berakhir.

Baginya, kepemimpinan sebelumnya telah meletakkan fondasi kuat yang kini menjadi tugasnya untuk ditingkatkan demi visi institusi yang unggul.

Inovasi di Jalur Sains

Sebelum melangkah ke kursi rektorat, nama Elfahmi telah harum di dunia riset nasional sebagai sosok di balik MarkHerb.

Produk spin-off ini lahir dari kegelisahannya terhadap tingginya ketergantungan riset herbal Indonesia pada bahan impor.

Sejak 2019, ia memimpin tim riset untuk menghasilkan senyawa penanda (marker) guna menstandardisasi produk herbal dalam negeri.

Kiprahnya tak berhenti di laboratorium. Ia mendirikan PT EBM Saintifik dan Teknologi sebagai upaya hilirisasi agar hasil riset dapat dinikmati masyarakat luas, mulai dari fitokimia hingga alat laboratorium.

Dedikasi ini pula yang membawanya meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan pada 2024 atas kontribusinya dalam pengembangan senyawa baku pembanding tanaman obat.

Dari Pesisir untuk Sumatra

Lahir di Ampang Pulai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Elfahmi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah Sumatra.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Universitas Andalas, sebelum akhirnya ia mendalami ilmu farmasi hingga meraih gelar doktor dari University of Groningen, Belanda.

Pengalaman panjang sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB serta Wakil Dekan Sekolah Farmasi ITB menjadi modal berharga untuk memimpin Itera.

Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih, M.A., mengapresiasi proses pemilihan yang berjalan jujur dan berintegritas.

“Selamat kepada Prof. Elfahmi yang telah terpilih. Kami juga berterima kasih kepada Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha atas pengabdiannya,” tuturnya.

Visi Berlandaskan Integritas

Di bawah kepemimpinannya nanti, Elfahmi berkomitmen membawa Itera menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global dengan semangat BIJAK: Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif.

Ia ingin memastikan bahwa Itera tidak hanya tumbuh sebagai pusat teknologi, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi kemandirian bangsa.

Rektor Itera saat ini, Prof. Nyoman Pugeg Aryantha, turut memberikan dukungan penuh bagi suksesornya.

“Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Itera,” pungkas dia.

Kini, publik menanti bagaimana tangan dingin sang penjaga mutu herbal ini akan meramu masa depan Itera di kancah pendidikan tinggi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *