DASWATI.ID – Muhammadiyah Lampung gelar salat Id 1447 H di 187 titik. Prof. Sudarman ajak umat hidup sederhana dan perkuat solidaritas hadapi ketidakpastian ekonomi global.
DALAM ARTIKEL:
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyelenggarakan salat Idulfitri 1447 H secara serentak di 187 lokasi yang tersebar di 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, Jumat (20/3/2026).
Ketua PWM Lampung, Prof. Dr. Sudarman, M.Ag., memastikan seluruh rangkaian ibadah tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan agar berjalan lancar serta aman.
Sebaran Lokasi Salat di Lampung
Ratusan titik pelaksanaan salat Id ini menggunakan berbagai tempat, mulai dari lapangan terbuka, halaman masjid, hingga kompleks sekolah Muhammadiyah.
Untuk level provinsi, pusat kegiatan berlangsung di halaman Gedung Wanita Bandar Lampung.
Beberapa titik lain di Kota Bandar Lampung meliputi wilayah Sukabumi Indah, Langkapura, Panjang, hingga Kemiling.
Panitia lokal di berbagai daerah, seperti Lampung Tengah, Kota Metro, hingga Lampung Barat, juga menyiapkan fasilitas bagi ribuan jamaah yang hadir.
Pesan Istiqamah dan Kesahajaan
Dalam khutbahnya di Lapangan Kampus 15.A Metro Timur, Prof. Sudarman menekankan bahwa Idulfitri adalah awal dari ketaatan yang lebih konsisten atau istiqamah.

Ia mengajak umat untuk terus menjaga amalan meski Ramadan telah usai.
“Jangan sampai Ramadan pergi, lalu ketakwaan kita juga ikut pergi. Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit,” ujar Prof. Sudarman di hadapan ribuan jamaah.
Dia juga mendorong masyarakat untuk meneladani pola hidup sederhana Rasulullah SAW guna menghindari perilaku konsumtif.
Tantangan Global dan Solidaritas
Selain aspek spiritual, PWM Lampung menyoroti ketidakpastian geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Prof. Sudarman mengingatkan bahwa kebahagiaan hari raya tidak diukur dari kemewahan pakaian, melainkan dari kepedulian sosial.
Ia berharap zakat, infak, dan sedekah dapat memperkuat ekonomi masyarakat dalam menghadapi tantangan global tersebut.
Persatuan dalam Keberagaman
Terkait perbedaan penentuan waktu hari raya, Muhammadiyah memandangnya sebagai dinamika yang lumrah dan menjunjung tinggi nilai toleransi di Indonesia.
Prof. Sudarman mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat persaudaraan.
“Idulfitri ini bukan hanya tentang kembali suci, tapi juga kembali merangkul. Yang jauh didekatkan, yang renggang dirapatkan. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh,” pungkas dia.
Seluruh rangkaian ibadah Salat Id 1447 H di berbagai titik pun berlangsung dengan khidmat dan tertib.

