DASWATI.ID – Pangdam XXI Kristomei Sianturi menegaskan nilai spiritual dan Al-Qur’an sebagai fondasi utama prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara.
DALAM ARTIKEL:
Suasana Aula Sudirman di Markas Kodam XXI/Radin Inten, Bandar Lampung, terasa begitu khidmat pada Selasa (17/3/2026) sore.
Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, hadir memimpin kegiatan Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an.
Bagi Kristomei, momen ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat iman dan hubungan antar sesama prajurit.
Mempererat Tali Silaturahmi
Dalam sambutannya, Pangdam menekankan betapa pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan keluarga besar Kodam.
Ia percaya bahwa hubungan yang harmonis antaranggota akan mempermudah pelaksanaan tugas-tugas negara yang berat.
“Melalui kegiatan ini saya berharap kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan keluarga besar Kodam semakin erat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kristomei.
Al-Qur’an sebagai Pedoman Kerja
Selain mempererat silaturahmi, acara ini menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah prajurit.
Kristomei mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral dalam kehidupan sehari-hari maupun saat bertugas sebagai aparatur negara.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, baik sebagai prajurit, aparatur negara, maupun anggota masyarakat,” tegas dia.
Integritas dan Keikhlasan Berdinas
Pangdam juga menyoroti bahwa pengabdian yang tulus harus berakar pada iman yang kuat.
Ia menilai keikhlasan dan rasa tanggung jawab dalam bekerja akan melahirkan integritas serta semangat pengabdian yang tak tergoyahkan.
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kristomei menutup pesannya dengan menyampaikan permohonan maaf dan ucapan selamat kepada seluruh prajurit, PNS, serta keluarga besar Kodam.
Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat utama dan pengurus Persit ini menegaskan kembali bahwa spiritualitas tetap menjadi fondasi utama dalam setiap tugas pengabdian.

