DASWATI.ID – Pangdam XXI/Radin Inten memimpin Sholat Ghaib untuk menghormati tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon demi menjaga kehormatan bangsa.
Kodam XXI/Radin Inten menggelar Sholat Ghaib untuk memberikan penghormatan terakhir bagi tiga prajurit terbaik TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Lebanon.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memimpin langsung ibadah tersebut bersama seluruh jajaran prajurit dan staf Kodam.
Suasana khidmat dan duka mendalam menyelimuti acara ini sebagai wujud solidaritas terhadap rekan seperjuangan yang telah berkorban demi tugas negara.
Pahlawan yang Gugur di Medan Tugas
Tiga prajurit yang menjadi syuhada tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizhal Romadhon.
Mereka kehilangan nyawa saat menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI merasa kehilangan sosok-sosok teladan.
“Kami semua kehilangan putra terbaik bangsa. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Pangdam, Selasa (31/3/2026).
Kronologi Serangan dan Ledakan Tragis

Duka bermula pada 29 Maret 2026, ketika Praka Farizhal Romadhon gugur akibat serangan artileri oleh Israel Defense Forces (IDF) di wilayah tugasnya.
Tragedi berlanjut pada keesokan harinya, Senin, 30 Maret 2026, di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Sekitar pukul 11.00 waktu setempat, Kapten Inf Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan sedang melaksanakan tugas pengawalan rutin logistik dan transportasi peti jenazah.
Saat itu, mereka berada di dalam kendaraan paling depan dari konvoi enam kendaraan.
Ketika rombongan hendak melakukan manuver belok, sebuah ledakan hebat menghantam kendaraan mereka hingga mengalami kerusakan berat.
Penyebab ledakan tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh otoritas terkait.
Upaya Evakuasi di Tengah Bahaya
Pasca-ledakan, situasi di lokasi kejadian menjadi sangat berbahaya karena tingginya intensitas serangan.
Tim pendukung dari kendaraan kedua harus berjuang keras mengevakuasi korban luka di bawah tekanan tembakan.

Karena situasi taktis yang belum memungkinkan, jenazah Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ichwan sementara masih berada di lokasi kejadian.
Sementara itu, tim medis berhasil membawa dua personel yang terluka, yaitu Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, menuju Rumah Sakit St. George di Beirut menggunakan helikopter medis untuk penanganan spesialis.
Tiga personel lainnya dari kendaraan kedua dilaporkan selamat dari insiden maut tersebut.
Dedikasi untuk Kehormatan Bangsa
Kodam XXI/Radin Inten memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan ketiga almarhum.
Semangat juang mereka kini menjadi warisan berharga dan teladan bagi seluruh prajurit TNI lainnya.
Sholat Ghaib ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen TNI dalam menjaga kehormatan bangsa, baik dalam tugas di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pengorbanan mereka membuktikan dedikasi nyata TNI dalam menciptakan perdamaian abadi di dunia.



