Ekonomi » Potensi Besar Industri Halal di Sektor Pangan Lampung

Potensi Besar Industri Halal di Sektor Pangan Lampung

oleh
Potensi Besar Industri Halal di Sektor Pangan Lampung
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela (tengah), menjadi pembicara kunci Talkshow "Akselerasi Kawasan Industri Halal" di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (30/1/2026). Dokumentasi Biro Adpim Pemprov Lampung

DASWATI.IDWakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendorong transformasi besar bagi Provinsi Lampung untuk menjadi pusat produksi halal berkualitas guna menangkap peluang pasar global yang masif.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Talkshow “Akselerasi Kawasan Industri Halal” di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (30/1/2026).

Jihan menekankan bahwa dengan populasi Muslim dunia mencapai 2,1 miliar jiwa dan sekitar 250 juta di antaranya berada di Indonesia, terdapat potensi ekonomi luar biasa yang harus dikelola secara strategis.

Di tingkat lokal, lebih dari 93 persen penduduk Lampung adalah Muslim, yang memposisikan daerah ini bukan sekadar pasar besar, melainkan calon produsen utama industri halal nasional dan global.

“Pertanyaannya sederhana, apakah kita ingin selamanya hanya menjadi pasar, atau naik kelas menjadi produsen utama?” Kata Jihan.

Ia memotivasi para pemangku kepentingan untuk mengubah pola pikir dari penonton menjadi pemain utama di industri ini.

Baca Juga: LP3H Ansor Lampung Percepat Sertifikasi Halal UMKM

Sektor Pangan Sebagai Pintu Masuk Ekonomi

Sektor makanan dan minuman saat ini masih mendominasi industri halal di Indonesia dan dipandang sebagai pintu masuk terbesar dalam pengembangan ekosistem ini.

Jihan menyoroti bahwa sertifikasi halal merupakan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan pasar bagi UMKM, bukan sebuah hambatan.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik kehadiran Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPJPH di daerah untuk mempercepat penguatan ekosistem halal.

“Jika fondasi ini dibangun dengan serius, Lampung akan dikenal sebagai pusat produksi halal berkualitas yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” harap dia. 

Halal Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan, menyatakan bahwa halal adalah growth economic engine atau mesin pertumbuhan ekonomi modern yang bersifat universal.

Berdasarkan data riset, sektor halal telah berkontribusi sekitar 26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang mencakup sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga fesyen.

Haikal Hasan menegaskan bahwa sertifikasi halal harus dipandang sebagai standar kualitas, kebersihan, dan kesehatan yang menjamin kepuasan serta loyalitas konsumen.

Menurutnya, jika Indonesia ingin berdaulat secara ekonomi, maka halal harus menjadi bagian dari strategi utama pembangunan nasional sebagai bagian dari peradaban modern dan gaya hidup global.

Baca Juga: Babe Haikal Apresiasi Hibah Lahan Pemprov Lampung untuk UPT JPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *