Ekonomi » Potret Penurunan Kemiskinan di Lampung September 2025

Potret Penurunan Kemiskinan di Lampung September 2025

oleh
Potret Penurunan Kemiskinan di Lampung September 2025
Infografis dibuat dengan kecerdasan buatan oleh Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Provinsi Lampung mencatat capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan pada akhir tahun 2025.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, persentase penduduk miskin di Lampung turun menjadi 9,66 persen, sebuah penurunan sebesar 0,34 persen poin jika dibandingkan dengan posisi September 2024.

Baca Juga: Urban dan Perempuan, Kelompok Paling Sulit Cari Kerja di Lampung

Jumlah Penduduk Miskin Menyusut Signifikan

Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung pada September 2025 tercatat sebanyak 860,13 ribu orang.

Angka ini menunjukkan tren penurunan yang konsisten, di mana terdapat pengurangan sebanyak 26,9 ribu orang jika dibandingkan dengan data pada Maret 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan sinyal kuat bagi pemulihan ekonomi di tingkat daerah.

“Capaian ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah. Kita melihat tren penurunan kemiskinan yang konsisten,” ujarnya dalam keterangan resmi terkait rilis data tersebut, Kamis (5/2/2026) sore.

Baca Juga: Laju Ekonomi Lampung 2025 di Tangga Ketiga Sumatra

Intervensi Perdesaan Membuahkan Hasil

Poin utama dalam laporan BPS Lampung adalah keberhasilan intervensi pemerintah di wilayah perdesaan.

Ahmadriswan menambahkan bahwa akselerasi penurunan kemiskinan di desa berjalan lebih cepat daripada di kota, baik secara semesteran maupun tahunan.

Meskipun demikian, tantangan berupa disparitas wilayah masih ada; tingkat kemiskinan di perdesaan saat ini mencapai 10,88 persen, sedangkan di perkotaan berada pada angka 7,37 persen.

Baca Juga: Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026

Kesenjangan Ekonomi yang Kian Menipis

Pemerintah tidak hanya berhasil menekan jumlah penduduk miskin, tetapi juga meningkatkan kualitas kesejahteraan mereka.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan penurunan signifikan dari 1,539 pada Maret 2025 menjadi 1,228 pada September 2025.

Hal ini menandakan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin kini semakin mendekati garis kemiskinan, terutama di desa yang mengalami penurunan tajam dari 1,893 ke 1,472.

Sejalan dengan itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga membaik dari 0,344 menjadi 0,242. Penurunan paling mencolok terjadi di perdesaan, yakni dari 0,439 ke 0,303.

Data ini menjadi bukti bahwa ketimpangan pengeluaran di antara sesama penduduk miskin semakin menyempit, yang berarti kelompok masyarakat paling miskin mulai terangkat kondisi ekonominya.

Pemerataan Pengeluaran yang Membaik

Kondisi ekonomi yang lebih merata juga tercermin dari angka Gini Ratio Provinsi Lampung yang tercatat sebesar 0,287 pada September 2025.

Perbaikan ini tampak jelas di wilayah perkotaan, di mana tingkat ketimpangan turun dari 0,319 menjadi 0,312.

Penurunan ini menunjukkan bahwa pembagian pengeluaran di masyarakat perkotaan kini semakin merata dibandingkan periode sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *