Politik » Regenerasi PKS: Jalan Menuju 2029

Regenerasi PKS: Jalan Menuju 2029

oleh
Regenerasi PKS: Jalan Menuju 2029
Presiden PKS, Dr. Almuzzammil Yusuf, memberikan arahan kepada pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Lampung secara daring pada acara Muswil VI di Ballroom Emersia Bandar Lampung, Minggu (24/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI serentak pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS se-Indonesia secara hibrida pada Minggu (24/8/2025), dari Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.

Acara ini menandai pengukuhan kepengurusan baru DPTW PKS untuk masa bakti 2025–2030 di 38 provinsi, termasuk Provinsi Lampung, dan menjadi tonggak penting dalam regenerasi kepemimpinan partai.

PKS Lampung mengangkat tema “Kokoh Bersama Majukan Lampung untuk Indonesia” dalam Muswil yang diselenggarakan di Ballroom Emersia Bandar Lampung.

Presiden PKS, Dr. Almuzzammil Yusuf, dalam arahannya, menegaskan bahwa Muswil merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat wilayah yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali, sesuai dengan Pasal 78 Anggaran Rumah Tangga PKS.

“Muswil pada hari ini menjadi penanda bahwa anggota Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah beserta seluruh jajaran pengurus MPW, DPW, dan DSW masa bakti 2020-2025 secara resmi dinyatakan demisioner,” ujar Almuzzammil. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid membacakan Surat Keputusan (SK) pengukuhan kepengurusan baru tersebut.

DPP PKS menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi pengurus periode sebelumnya, serta menekankan amanat besar yang diemban oleh pengurus DPTW PKS masa bakti 2025-2030.

Para pengurus baru ini merupakan kepanjangan tangan DPP, pimpinan, dan representasi anggota partai di tingkat wilayah, yang bertugas memimpin partai agar semakin kokoh dan terdepan dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan bagi masyarakat Indonesia di 38 provinsi.

Regenerasi PKS: Jalan Menuju 2029
Pengukuhan dan Sumpah Jabatan Pengurus MPW, DPW, dan DSW PKS Provinsi Lampung 2025-2030 pada acara Muswil VI di Ballroom Emersia Bandar Lampung, Minggu (24/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

Tiga Visi Besar PKS 2025-2030

Almuzzammil Yusuf menekankan tiga visi besar yang harus diwujudkan oleh kepengurusan baru:

1. Pengokohan Jati Diri PKS sebagai Partai Islam Rahmatan lil ‘Alamin

PKS berkomitmen menjadi partai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali, dengan memastikan seluruh kader menjunjung tinggi nilai bersih, peduli, dan profesional.

“Saudara sebagai pimpinan wilayah mohon agar dapat memastikan visi besar kepengurusan PKS 2025-2030 dapat diwujudkan. Kita pastikan seluruh kader berkomitmen pada nilai bersih, peduli, dan profesional,” kata Almuzzammil. 

2. Pelaksanaan Politik Program dan Anggaran Kebijakan Pusat (K2P2)

Visi ini mencakup Kader Kaderisasi untuk peningkatan kualitas-kuantitas kader secara berkesinambungan, serta Pemenangan Pemilu yang berbuah pada Pelayanan Publik.

3. Pengokohan Tiga Modal Utama PKS

Almuzzammil mengingatkan pesan Ketua Majelis Syuro, H. Mohamad Sohibul Iman, agar mengokohkan tiga modal utama PKS yaitu struktur yang solid, kader yang militan, dan kerja sama kolektif.

“Dengan tiga modal utama tersebut kita rawat, jaga, besarkan Partai Keadilan Sejahtera menuju kemenangan di Pemilu 2029,” ujar dia.

Almuzzammil menyerukan kepada seluruh pengurus MPW, DPW, dan DSW untuk bersatu dalam satu komando kepemimpinan, melayani, memberdayakan, dan membela masyarakat demi memajukan provinsi masing-masing.

Sikap Kritis dan Kolaborasi Konstruktif

PKS juga menginstruksikan pejabat struktur dan pejabat publik di wilayah, khususnya anggota DPRD PKS, untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintahan daerah, kepala daerah, bupati, dan wali kota dalam menyukseskan program-program pemerintah pusat seperti Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Namun, Almuzzammil menekankan pentingnya menjalankan fungsi pengawasan serta menjaga sikap kritis, konstruktif, dan solutif di daerah, sejalan dengan sikap PKS di tingkat pusat.

Sikap ini, lanjutnya, juga sejalan dengan permintaan Presiden Prabowo pada pidato kenegaraan 15 Agustus 2025, yang meminta seluruh komponen bangsa, termasuk anggota koalisi, untuk tetap bersikap kritis demi menajamkan dan membantu pemerintah agar berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo dan seluruh kepala daerah adalah kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia dan kebahagiaan seluruh kader PKS,” jelas Almuzzammil.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh kader meresapi kembali ikrar sumpah jabatan dan pakta integritas sebagai pengikat komitmen pada nilai-nilai kebenaran, akhlak mulia, profesionalitas, serta persaudaraan.

Regenerasi PKS: Jalan Menuju 2029
Ketua DPW PKS Lampung Ade Utami Ibnu (kiri) mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kanan) dalam konferensi pers usai acara Muswil VI di Ballroom Emersia Bandar Lampung, Minggu (24/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

Regenerasi Berlanjut di Tingkat Daerah

Usai acara Muswil VI, Ketua DPW PKS Lampung Ade Utami Ibnu menyampaikan bahwa proses regenerasi terus berlangsung hingga tingkat kabupaten/kota.

Pada 14 Agustus lalu, telah diumumkan dewan pimpinan tingkat daerah (DPTD) PKS Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang akan dilanjutkan dengan musyawarah daerah pada 6-7 September 2025.

“Semua ini adalah proses penting demi memastikan organisasi partai yang sehat, tangguh, serta memberi kemanfaatan bagi masyarakat Lampung dan bangsa Indonesia,” kata Ade.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja pimpinan dan pengurus PKS Lampung periode 2020-2025.

“Terima kasih atas dedikasi dan komitmen yang telah diberikan dan akan menjadi fondasi penting bagi langkah pelayanan PKS di masa-masa mendatang,” ujar Ade.

Untuk menyeimbangkan idealisme ideologis dengan pragmatisme politik, sebagaimana amanat Presiden PKS, Dr. Almuzzammil Yusuf, Ade menyampaikan pendekatan yang terstruktur dan adaptif dapat mempertahankan relevansi politik PKS sambil tetap setia pada nilai-nilai intinya.

PKS terus memperkuat narasi Islam Rahmatan lil ‘Alamin, menggunakan sikap kritis-konstruktif sebagai identitas.

“Kami punya prinsip bahwa semakin sering bertemu dengan masyarakat, maka insyaallah masyarakat akan semakin sadar. Itulah fungsinya partai politik, ada pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata dia.

Politik pemberdayaan inilah, jelas Ade, yang terus dijalankan sampai saat ini dan untuk seterusnya agar ketertarikan masyarakat terhadap partai politik, khususnya PKS, meningkat dengan sendirinya.

Baca Juga: Muswil VI PKS Lampung: Titik Tolak Konsolidasi dan Pelayanan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *