DASWATI.ID – SAR Lampung menemukan empat remaja tewas terseret arus di Kalianda dan Krui. Petugas mengimbau warga waspada gelombang tinggi demi keselamatan di pantai.
DALAM ARTIKEL:
Duka mendalam menyelimuti pesisir Lampung dalam beberapa hari terakhir. Serangkaian insiden kecelakaan laut merenggut nyawa para remaja yang sedang menikmati waktu di pantai.
Tim SAR Gabungan harus bekerja keras menyisir daratan dan perairan demi membawa pulang para korban ke pelukan keluarga mereka.
Tragedi di Pesisir Kalianda
Seorang remaja asal Way Panji, Syafiq Sahreza (16), terseret arus kuat saat berenang bersama rekan-rekannya di Pantai Bintaro, Kalianda, Lampung Selatan, pada Selasa (24/3/2026) sore sekitar pukul 17.47 WIB.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menuturkan pencarian Syafiq melibatkan penyisiran jalur darat dan laut sejak laporan diterima.
“Begitu informasi diterima, tim langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar Rezie dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Meski sempat terkendala ombak tinggi dan minimnya cahaya pada malam hari, tim tetap bergerak cepat menggunakan prediksi pergerakan korban atau SAR Map Prediction.
Petugas menemukan jasad korban sekitar 500 meter dari titik awal kejadian setelah melakukan pencarian intensif pada Rabu (25/3/2026) siang.
Kini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya seluruh korban, pihak SAR kini telah menutup operasi pencarian dan mengembalikan seluruh personel ke satuan masing-masing.
Aksi Heroik Berujung Duka di Krui
Sebelumnya, kejadian memilukan juga melanda Pantai Mandiri, Krui, Pesisir Barat.
Seorang remaja bernama Muhammad Alfareza ditemukan tak bernyawa pada Selasa (24/3/2026) pagi setelah terseret arus sejak Senin (23/3/2026) siang.
Tak lama kemudian, pantai yang sama menjadi saksi bisu aksi heroik M. Fuad Abdillah dan Fikran Aulia Ulwan yang mencoba menyelamatkan sahabat mereka, Raditya Ananta, yang terseret ombak.
Meski Raditya berhasil selamat, nasib nahas justru menimpa Fuad dan Fikran yang hilang tertelan arus ke tengah laut.
Tim SAR akhirnya menemukan jasad kedua pemuda tersebut secara berurutan pada Selasa sore menjelang malam.
Kepergian mereka meninggalkan pelajaran berharga tentang risiko besar di balik ganasnya gelombang laut.
Imbauan Keselamatan dari Petugas
Melihat banyaknya korban jiwa, Kantor SAR Lampung meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak meremehkan kondisi alam.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi seringkali datang tiba-tiba dan membahayakan keselamatan pengunjung pantai.
Kewaspadaan ekstra menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menekankan pentingnya mematuhi peringatan keamanan di area wisata air.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca serta peringatan yang ada guna menghindari kejadian serupa,” ujar Rezie.



