Bandar Lampung » Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis

oleh
Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
Pedagang takjil di kawasan Masjid Al Bakrie Bandar Lampung diimbau untuk menggunakan capitan makanan untuk gorengan, roti, atau daging, agar makanan higienis saat melayani konsumen, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – BBPOM di Bandar Lampung pastikan takjil di Masjid Al Bakrie bebas bahan kimia berbahaya. Warga diimbau tetap waspada produk kedaluwarsa & jaga higiene sanitasi.

DALAM ARTIKEL:

Pada momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan olahan yang beredar di masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui kegiatan intensifikasi pengawasan yang menyasar pusat-pusat takjil dan sarana ritel pangan.

Pengawasan Takjil di Kawasan Enggal

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, membagikan celemek BPOM kepada sejumlah pedagang takjil di Masjid Al Bakrie Bandar Lampung, disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memantau menu takjil, salah satunya di kawasan Masjid Al Bakrie, Enggal, Selasa (3/3/2026) sore.

Dalam kegiatan tersebut, tim lapangan langsung melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan yang dijual.

“Tim telah melakukan pengujian parameter terhadap 21 sampel takjil untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya, yaitu Rhodamin B, Metanil Yellow, boraks, serta formalin,” jelas Bagus Heri Purnomo.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, seluruh sampel tersebut dinyatakan negatif atau bebas dari kandungan bahan berbahaya.

Temuan Produk Kedaluwarsa di Sarana Ritel

Bagus menuturkan intensifikasi pengawasan BBPOM tidak hanya pada takjil. Sejak Ramadan pengawasan juga telah menyasar 11 sarana ritel di pasar tradisional, pasar modern, hingga distributor.

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
Dinas Pangan Kota Bandar Lampung turut mendampingi Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, saat meninjau pedagang takjil di kawasan Masjid Al Bakrie Bandar Lampung, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

Berbeda dengan hasil uji takjil, petugas justru menemukan pelanggaran pada masa berlaku produk di fasilitas-fasilitas tersebut.

“Dari pengawasan ritel tersebut, ditemukan sebanyak 59 item produk kedaluwarsa (762 pieces), seperti produk bumbu dan makanan beku,” ungkap dia.

Menanggapi temuan ini, BBPOM langsung mengambil langkah tegas berupa pembinaan dan pemusnahan barang.

“Sebagai tindak lanjut, kami memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar rutin memeriksa masa berlaku produk dan meminta agar produk kedaluwarsa tersebut segera dimusnahkan,” tambah Bagus.

Rangkaian pengawasan ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga 17 Maret 2026 di berbagai titik lokasi lainnya.

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
Mobkel BBPOM di Bandar Lampung melakukan uji kandungan bahan berbahaya terhadap 21 sampling makanan takjil di kawasan Masjid Al Bakrie Bandar Lampung, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

Edukasi Ciri Makanan Berbahaya & Higiene Sanitasi

BBPOM juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengenali pangan yang aman agar terhindar dari penyakit kanker.

“Kalau dampak langsung terhadap kesehatan tidak bisa dirasakan secara langsung, tapi dalam jangka panjang bisa menimbulkan kanker,” jelas Bagus.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ciri fisik tertentu yang mengindikasikan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pangan olahan.

“Masyarakat dapat mengidentifikasi bahan berbahaya dalam makanan. Misalnya, bahan berbahaya Rhodamin B (merah) warnanya bersinar, mencolok, di dalam makanan tidak rata warna merahnya ada bintik-bintik, dan kalau dimakan biasanya tenggorokan kering, sakit nyeri. Itu perlu diwaspadai,” tegas Bagus.

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
Kepala BBPOM di Bandar Lampung Bagus Heri Purnomo bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Wilson Faisol dan Kadis Perdagangan Erwin mencermati laporan Hasil Uji Sampel Mobkel BBPOM di kawasan Masjid Al Bakrie Bandar Lampung, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

Selain mewaspadai bahan kimia, para pedagang takjil juga terus diberikan edukasi terkait standar kebersihan dalam menyajikan makanan.

“Soal higienitas makanan takjil juga kami berikan edukasi kepada pedagang takjil. Ada beberapa makanan takjil yang dijual tidak ditutup, pedagang dalam memberikan pelayanan tidak memakai penjepit makanan atau sarung tangan. Ini akan terus kami edukasi kepada masyarakat,” ujar Bagus.

Sebagai langkah perlindungan tambahan, ia berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengecek legalitas pangan.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi izin edar produk maupun melakukan pengaduan informasi kepada Balai Besar POM,” pungkas Bagus.

Komitmen Pemkot dan Kesadaran Pelaku Usaha

Takjil Sehat Harus Bebas Bahan Kimia dan Selalu Higienis
BBPOM di Bandar Lampung menemukan beberapa pedagang takjil tidak menggunakan sarung tangan saat mengolah makanan maupun melayani konsumen di kawasan Masjid Al Bakrie Bandar Lampung, Selasa (3/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata perlindungan bagi warga, baik sebagai pedagang maupun konsumen.

“Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Balai Besar POM merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi pedagang maupun konsumen guna menjamin keamanan pangan selama bulan Ramadan,” ujar Wilson Faisol.

Ia juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang mulai menunjukkan peningkatan standar pengelolaan produk.

Menurut Wilson, hasil uji petik yang negatif menjadi indikator keberhasilan sosialisasi selama ini.

“Tidak ditemukannya kandungan bahan berbahaya dalam uji petik kali ini membuktikan bahwa sosialisasi intensif yang dilakukan Tim Satgas Pangan bersama Balai Besar POM telah membuahkan hasil,” kata dia.

“Hal ini menjadi bukti bahwa para pelaku UMKM di Kota Bandar Lampung mulai terbiasa menerapkan standar pengelolaan produk yang higienis dengan pengemasan yang baik,” lanjut Wilson.

Baca Juga: Bapanas Sidak Rantai Pasok Pangan Lampung dari Hulu ke Hilir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *