DASWATI.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau program ketahanan pangan Yonif TP 848/SPC di Lampung. Dari lahan jagung hingga peternakan, TNI dukung swasembada nasional.
DALAM ARTIKEL:
- Swasembada Pangan di Lahan Militer
- Prajurit Profesional dan Pengabdian Rakyat
- Keamanan Wilayah dan Stabilitas Sosial
- Dampak Positif bagi Ekonomi dan Kesehatan
- Fasilitas Modern dan Kesiapan Tempur
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC) di Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menhan dalam agenda meninjau fasilitas mako serta memastikan keberhasilan program ketahanan pangan mandiri.
Swasembada Pangan di Lahan Militer
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung pemanfaatan lahan strategis seluas 59 hektare yang merupakan hasil sinergi hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemkab Lampung Tengah.
Saat ini, sebanyak 603 personel Yonif TP 848/SPC tidak hanya terlatih secara militer, tetapi juga aktif mengelola sektor agrobisnis untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Mereka mengelola 40 hektare lahan jagung untuk pakan ternak mandiri, 10 hektare lahan tebu, serta budidaya 45.000 ekor lele.
Tak hanya itu, satuan ini juga mengembangkan peternakan ayam petelur dengan kapasitas hingga 6.000 ekor dan peternakan kambing kurban untuk kebutuhan sosial.

Prajurit Profesional dan Pengabdian Rakyat
Selain meninjau ketahanan pangan, Menhan Sjafrie menyaksikan demonstrasi kemampuan fisik dan bela diri prajurit, mulai dari calisthenics hingga karate, muay thai, dan pencak silat.
Kesiapsiagaan ini mencerminkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai ancaman.
Menhan menegaskan bahwa prajurit harus memiliki integritas sebagai fondasi utama satuan.
“Kehadiran satuan harus dirasakan rakyat sebagai pelindung dan pengayom. Dengan demikian, tumbuh rasa memiliki dari masyarakat terhadap TNI,” kata Sjafrie.
Ia juga menambahkan bahwa prajurit harus memiliki kesanggupan untuk hadir dan mengabdi secara nyata di tengah masyarakat.
Keamanan Wilayah dan Stabilitas Sosial
Selanjutnya, Menhan mendorong penguatan stabilitas keamanan melalui patroli bermotor bersenjata untuk mengantisipasi gangguan seperti begal dan peredaran narkoba.
Langkah preventif ini bertujuan membangun kepercayaan publik dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Baca Juga: Hebat! Tol Trans Sumatra Jadi Benteng Pertahanan Semesta RI
Menhan juga meminta adanya pengembangan pola pembinaan satuan tempur yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat agar TNI selalu menjadi bagian dari ekosistem sosial masyarakat.

Dampak Positif bagi Ekonomi dan Kesehatan
Perjalanan berlanjut ke Yonif TP 892/Vikasa Sena di Way Kanan, di mana keberadaan TNI terbukti memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Kehadiran satuan ini berhasil menurunkan angka kriminalitas begal, memberikan bantuan tenaga medis di Puskesmas Way Tuba, serta menghidupkan aktivitas UMKM lokal.
Menhan sangat mengapresiasi kontribusi nyata ini dan meminta satuan menyusun grafik pemantauan dampak kehadiran mereka terhadap aspek keamanan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sebagai bahan evaluasi.
Fasilitas Modern dan Kesiapan Tempur
Sebagai penutup, Menhan meninjau pembangunan fasilitas satuan tahap pertama yang telah rampung 100 persen dan menekankan pentingnya evaluasi kualitas bangunan secara berkala.
Ia juga mendorong pembangunan lapangan tembak yang terencana matang agar tidak berbenturan dengan lahan warga, guna mengasah kemampuan menembak prajurit sebagai prioritas utama.
Melalui sinkronisasi antar-batalyon, diharapkan setiap satuan mampu saling mendukung dalam menjalankan tugas pertahanan sekaligus menjadi solusi bagi kesejahteraan rakyat di Lampung.

