Peristiwa » Tragedi Beruntun di Pantai Mandiri Pesisir Barat Lampung

Tragedi Beruntun di Pantai Mandiri Pesisir Barat Lampung

oleh
Tragedi Beruntun di Pantai Mandiri Pesisir Barat Lampung
Tim SAR gabungan menemukan jasad Muhammad Alfareza (17) di Pantai Mandiri Sejati, Pesisir Barat, Selasa (24/3/2026. Dokumentasi Basarnas Lampung

DASWATI.IDTim SAR gabungan menemukan jasad Muhammad Alfareza (17) di Pantai Mandiri Sejati dan kini tengah mencari dua wisatawan lain yang hilang.

Duka mendalam menyelimuti Pantai Mandiri Sejati, Pesisir Barat, setelah tim SAR gabungan menemukan Muhammad Alfareza (17) dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24/3/2026) pagi.

Remaja asal Lampung Barat ini terseret arus saat sedang menikmati suasana pantai bersama rekan-rekannya.

Penemuan jasadnya menjadi akhir dari pencarian intensif yang dilakukan petugas sejak hari sebelumnya.

Komandan Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli, dalam keterangannya menuturkan peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, Alfareza sedang berenang bersama dua orang temannya di Pantai Mandiri. Tiba-tiba, arus laut yang kuat menyeret ketiga remaja tersebut ke tengah.

Meski kedua temannya berhasil selamat, Alfareza hilang ditelan ombak, hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Basarnas.

Kerja Keras Tim SAR

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tanggamus langsung bergerak menuju lokasi meski harus menempuh perjalanan selama tiga jam.

“Pencarian awal yang dilakukan pada malam hari sempat terkendala jarak pandang dan kondisi lapangan,” kata Robi.

Memasuki hari kedua, petugas membagi kekuatan menjadi dua tim untuk menyisir garis pantai menggunakan perahu karet dan memantau perairan dengan jukung.

Penemuan dan Evakuasi

Upaya tak kenal lelah tersebut membuahkan hasil saat tim menemukan korban sekitar pukul 08.15 WIB.

“Lokasi penemuan berada sejauh 1,73 kilometer dari tempat awal korban dilaporkan hilang,” jelas Robi.

Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jenazah korban langsung dibawa menuju Puskesmas Krui untuk penanganan lebih lanjut.

Robi pun memberikan apresiasi atas kerja sama semua pihak dalam misi ini.

“Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar dia.

Ancaman yang Belum Berakhir

Meskipun operasi SAR untuk Alfareza telah dinyatakan selesai, duka di Pantai Mandiri belum sepenuhnya usai.

Di saat yang bersamaan, tim SAR gabungan masih harus berjuang melanjutkan pencarian terhadap dua wisatawan lain yang juga dilaporkan terseret ombak di lokasi yang sama.

Tragedi beruntun ini menjadi pengingat bagi setiap pengunjung untuk selalu waspada terhadap ganasnya arus pantai di ujung barat Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *