Peristiwa » Tujuh Hari Nihil, Pencarian Nelayan Hilang di Lampung Timur Dihentikan

Tujuh Hari Nihil, Pencarian Nelayan Hilang di Lampung Timur Dihentikan

oleh
Tujuh Hari Nihil, Pencarian Nelayan Hilang di Lampung Timur Dihentikan
Tim SAR gabungan berupaya menemukan Nurdin (46), nelayan KM Aldo Putra 02 di perairan Kuala Penet, Lampung Timur, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa

DASWATI.IDTim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Nurdin (46), nelayan yang hilang di Perairan Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, pada Kamis (15/1/2026).

Keputusan ini diambil setelah upaya penyisiran selama tujuh hari berturut-turut tidak membuahkan hasil.

Peristiwa bermula saat Nurdin, warga Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, diduga terjatuh dari kapal KM Aldo Putra 02 pada Jumat (9/1/2026) sore.

Saat itu, korban sedang melipat alat tangkap ikan dalam perjalanan pulang melaut.

Selama operasi berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Bakauheni, TNI AL, Polairud, serta nelayan setempat telah mengerahkan berbagai alutsista.

Penyisiran dilakukan menggunakan RIB 02 Lampung, perahu karet, dan perahu nelayan dengan membagi area menjadi tiga sektor berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.

Baca Juga: Nelayan KM Aldo Putra 02 Hilang di Kuala Penet, Tim SAR Terus Mencari

Evaluasi dan Penutupan Operasi

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan bahwa penghentian operasi merupakan hasil evaluasi maksimal sesuai prosedur yang berlaku.

Hingga hari terakhir pencarian pada Kamis (15/1/2026) sore pukul 16.10 WIB, keberadaan korban tetap tidak terdeteksi.

“Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga telah melaksanakan musyawarah, dan hasilnya operasi SAR dihentikan,” ujar Rezie.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban.

Pihak tim SAR juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Nurdin dan berharap mereka diberikan ketabahan atas musibah ini.

Petugas tetap mengimbau masyarakat serta nelayan di sekitar lokasi untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda terkait korban di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *