DASWATI.ID – Meskipun angka pengangguran di Provinsi Lampung menunjukkan tren penurunan hingga ke level 4,14 persen pada November 2025, tantangan besar masih membayangi penduduk di wilayah perkotaan dan kelompok perempuan.
Ketimpangan akses pekerjaan ini tetap mencolok di tengah menguatnya penyerapan tenaga kerja yang justru didominasi oleh sektor informal.
Disparitas Wilayah dan Gender yang Kontras
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, jumlah pengangguran berhasil ditekan sebanyak 1,47 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya, sehingga kini tersisa 211,70 ribu orang yang belum bekerja.
Namun, keberhasilan ini tidak merata di seluruh wilayah dan kelompok gender.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan adanya perbedaan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang signifikan antara kota dan desa.
“TPT di wilayah perkotaan masih jauh lebih tinggi sebesar 6,03 persen, dibandingkan wilayah perdesaan yang hanya 2,97 persen. Dan angka pengangguran perempuan tercatat sebesar 4,86 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 3,70 persen,” kata dia dalam keterangannya, Bandar Lampung, Kamis (5/2/2026) sore.
Kondisi ini terjadi meski partisipasi perempuan untuk masuk ke pasar kerja sebenarnya meningkat.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan naik menjadi 54,87 persen dari sebelumnya 53,85 persen. Sebaliknya, TPAK laki-laki justru mengalami sedikit penurunan menjadi 86,15 persen.
Sektor Informal Jadi Penopang Utama
Hingga November 2025, jumlah penduduk usia kerja di Lampung mencapai 7,22 juta orang, dengan total penduduk yang bekerja sebanyak 4,90 juta orang.
Pasar kerja menunjukkan penguatan dengan adanya tambahan 45,01 ribu orang yang mulai bekerja.
Namun, struktur lapangan kerja saat ini masih didominasi oleh sektor informal yang proporsinya meningkat menjadi 65,81 persen, sementara pekerja formal menyusut menjadi 34,19 persen.
Lonjakan di sektor informal ini terutama dipicu oleh status “Pekerja Bebas di Pertanian” yang bertambah signifikan sebanyak 56,84 ribu orang.
Selain pertanian, motor utama penyerapan tenaga kerja lainnya yakni:
- Perdagangan;
- Industri Pengolahan;
- Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
- Konstruksi serta Pengadaan Listrik dan Gas.
Kualitas Pendidikan Pekerja Mulai Bergeser
Dari sisi kualitas sumber daya manusia, terdapat tren positif pada tingkat pendidikan pekerja.
Penduduk bekerja dengan lulusan Perguruan Tinggi (Diploma ke atas) kini mencapai 11,24 persen atau sebanyak 550,73 ribu orang.
Meski demikian, secara keseluruhan, angkatan kerja di Lampung masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah yang mencapai 32,98 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan partisipasi lulusan pendidikan tinggi, mayoritas penggerak ekonomi di Lampung masih mengandalkan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dasar.
Baca Juga: Potret Penurunan Kemiskinan di Lampung September 2025

