Pendidikan » UTBK Unila Fasilitasi Peserta Disabilitas

UTBK Unila Fasilitasi Peserta Disabilitas

oleh
UTBK Unila Fasilitasi Peserta Disabilitas
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Lampung, M. Komarudin (kiri) menyaksikan pemeriksaan dengan metal detector terhadap peserta UTBK di Gedung TIK setempat, Bandar Lampung, Kamis (24/4/2025) siang. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Sebanyak lebih dari 18.000 peserta mengikuti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) di Unila (Universitas Lampung) yang berlangsung selama 10 hari, mulai 23 April hingga 3 Mei 2025.

Pelaksanaan ujian pada hari pertama berjalan lancar, meski sempat terjadi kendala teknis yang berhasil diatasi tanpa merugikan peserta.

Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, M. Komarudin, menyampaikan beberapa kendala seperti server yang sempat melambat, hal tersebut segera dikoordinasikan dengan pusat dan berhasil diselesaikan.

“Yang terpenting adalah peserta tes tidak dirugikan. Alhamdulillah, sesi pertama dan kedua pada hari pertama berjalan sukses. Hari ini, sesi pagi juga berlangsung lancar, dan saat ini kami memasuki sesi keempat, yaitu sesi siang hari kedua,” ujar dia di Bandar Lampung Kamis (24/4/2025) siang. 

Komarudin menyampaikan di hari pertama pelaksanaan UTBK, kemarin, sekitar 6% dari hampir 2.000 peserta tidak hadir.

Fasilitasi Peserta Disabilitas

Ia menyatakan bahwa dari total 18.000 peserta, delapan orang terdaftar sebagai penyandang disabilitas.

“Beberapa tidak merespons konfirmasi, tetapi kami telah menyiapkan fasilitas khusus bagi yang hadir,” kata Komarudin.

Unila menyediakan ruang ujian khusus di lantai satu Gedung TIK Unila untuk memudahkan akses peserta disabilitas.

Bagi tunanetra, disediakan alat bantu seperti kertas braille dan software pembaca soal.

“Hari ini, baru ada peserta disabilitas yang mengikuti tes. Kami menyediakan ruang khusus di lantai satu Gedung TIK untuk memudahkan peserta disabilitas. Untuk peserta tunanetra, pusat menyediakan perlengkapan khusus seperti kertas braille dan software yang membacakan instruksi serta soal ujian,” jelas Komarudin.

Antisipasi Kecurangan

Selain itu, pengawasan UTBK di Unila diperketat mengantisipasi kecurangan perjokian, termasuk pemeriksaan dengan metal detector.

“Kami mendapatkan arahan dari pusat mengenai potensi modus kecurangan yang perlu diwaspadai agar tidak terjadi,” tutur dia.

Sebagai contoh, Unila memperketat pemeriksaan menggunakan metal detector untuk peserta laki-laki dan perempuan.

“Peserta yang menggunakan kerudung juga diperhatikan dan jika ada kecurigaan, akan diperiksa lebih lanjut. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kasus kecurangan,” sambung dia. 

Baca Juga: Waskita Karya Bangun Infrastruktur Pendidikan Rp2,4 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *