DASWATI.ID – Sebanyak 62 ruas jalan Provinsi Lampung ditargetkan mulus sebelum Lebaran 2026 atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemerintah Provinsi Lampung mulai tancap gas melakukan percepatan perbaikan jalan provinsi di sejumlah titik strategis.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa target utamanya adalah memastikan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman tanpa gangguan jalan berlubang.
Respons cepat ini difokuskan pada pemeliharaan rutin dan darurat di ruas-ruas vital, seperti Ruas Jalan Pattimura (Kota Metro) dan Ruas Metro–Kota Gajah.
Fokus Pemeliharaan Sebelum Lebaran
Gubernur yang akrab disapa Iyai Mirza ini meninjau langsung proses penambalan lubang dan perataan badan jalan provinsi pada Senin (23/2/2026).
Ia menekankan bahwa standar teknis tidak boleh diabaikan demi keselamatan warga.
“Untuk sementara kita lakukan pemeliharaan agar masyarakat nyaman melintas. Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang,” ujar Mirza saat meninjau lokasi.
Selain penambalan jalan, Pemprov melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) juga melakukan pengerukan drainase.
Menurut analisis gubernur, sistem saluran air yang buruk menjadi biang kerok utama kerusakan aspal akibat genangan air saat intensitas hujan tinggi.
Rigid Beton Rp10 Miliar di Jalan Pattimura
Kabar baik bagi warga Metro, perbaikan jalan kali ini bukan sekadar tambal sulam sementara.
Setelah Idulfitri 2026, Pemprov Lampung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membangun permanen Ruas Jalan Pattimura sepanjang 1 Km menggunakan metode rigid beton.
Metode ini dinilai lebih tangguh menahan beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem dibandingkan aspal biasa, serupa dengan keberhasilan pembangunan Ruas Bandar Jaya – Simpang Mandala yang rampung tahun 2025 lalu.
Beda Pemeliharaan Rutin vs Proyek 2026
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah paham mengenai dua agenda besar infrastruktur tahun ini:
1. Pemeliharaan Darurat (Sekarang): Fokus pada “Zero Lubang” untuk jalur mudik.
Dilakukan oleh UPTD di masing-masing wilayah (termasuk Kali Rejo, Kotabumi, dan Daya Murni).
2. Pembangunan Utama (Pasca Lebaran): Proyek rekonstruksi di 62 ruas jalan provinsi di seluruh Lampung.
Proyek ini akan dimulai setelah proses tender administrasi selesai setelah Lebaran.
Baca Juga: Awas Lubang! 102 Titik Jalan Rusak Intai Pemudik di Lampung

