DASWATI.ID – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, mendesak pemerintah kota (pemkot) untuk segera menyusun master plan penanganan banjir yang holistik dari hulu ke hilir, dan Peta Hidrologi Bandar Lampung.
Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Membaca Arah Kebijakan Pembangunan 2025” yang digelar oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung di Boga Coffee, Bandar Lampung, Selasa (18/3/2025).
“Dengan master plan dan peta hidrologi yang jelas, kita bisa mengatasi masalah banjir secara efektif dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan,” harap dia.
Agus Widodo menegaskan bahwa DPRD Kota Bandar Lampung dalam menjalankan fungsi pengawasan telah mengingatkan pemkot untuk serius menangani banjir di kota tersebut.
“Bahkan ketika rapat dengar pendapat (RDP) pasca reses di akhir tahun 2024, Komisi III kembali mengingatkan Pemkot melalui Dinas PU untuk serius menangani masalah banjir karena akan memasuki musim penghujan,” ujar dia.
Widodo menyoroti pentingnya perbaikan drainase yang penuh oleh sedimentasi tanah dan sampah.
“Banjir pada 17 Januari dan 22 Februari 2025 kemarin adalah yang terbesar di Bandar Lampung. Saya kembali mengingatkan Pemkot untuk segera membuat master plan penanganan banjir yang holistik dari hulu ke hilir, membuat peta hidrologi yang mengatur aliran air dari hulu ke hilir agar bencana banjir ini tidak terus terjadi,” tegasnya.
Baca Juga: WALHI Soroti Rencana Pemkot Bandar Lampung Bangun Embung
Selain mendesak master plan penanganan banjir yang holistik dan Peta Hidrologi Bandar Lampung, Widodo juga menekankan pentingnya fokus anggaran pada penanganan banjir.
“Saya yakin rekan-rekan di Komisi III akan mendukung pemkot jika fokuskan anggaran pada penanganan banjir yang holistik dari hulu ke hilir,” ujar dia.
Ketua Fraksi PKS Kota tersebut menambahkan bahwa perbaikan drainase di titik-titik banjir, pendalaman sungai, dan pengelolaan sedimentasi harus menjadi prioritas.
Diskusi publik ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asisten III Kota Bandar Lampung Ahmad Husna, akademisi Universitas Lampung Fuad Abdulgani, jurnalis, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandar Lampung.
Agus Widodo berharap diskusi yang menyoroti perlunya kebijakan pembangunan berbasis mitigasi bencana serta pengelolaan tata ruang yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Dapat menjadi langkah awal untuk mendorong Pemkot Bandar Lampung dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam penanganan banjir dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkot & DPRD Didesak Atasi Banjir dan Sampah di Bandar Lampung

