Bandar Lampung » Konflik Universitas Malahayati: Polresta Jaga Kepentingan Mahasiswa

Konflik Universitas Malahayati: Polresta Jaga Kepentingan Mahasiswa

oleh
Konflik Universitas Malahayati: Polresta Jaga Kepentingan Mahasiswa
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay berupaya membangun kesepahaman antara pihak-pihak yang bertikai di Universitas Malahayati Lampung, Kota Bandar Lampung, Senin (7/4/2025). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Ratusan personel dari Polresta Bandar Lampung, Brimobda, dan Dit Samapta Polda Lampung dikerahkan untuk menjaga ketat kampus Universitas Malahayati, Lampung, pada Senin (7/4/2025).

Pengamanan dilakukan menyusul ketegangan antara dua kelompok massa yang saling berhadapan di depan gerbang kampus akibat konflik pergantian rektor.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menyatakan bahwa lebih dari 100 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

“Kami berupaya berada di tengah massa agar tidak saling bertemu, karena jika massa bertemu, bisa terjadi kerusuhan,” ujar dia.

Menurut Alfret, salah satu pihak sempat meminta mediasi, namun pertemuan tidak terlaksana.

Ia menegaskan bahwa upaya hukum berada di luar kewenangan kepolisian, meskipun pihaknya berharap ada rekonsiliasi.

“Kami akan terus berupaya meski dalam batasan yang ada. Harapan kami, ke depan tidak ada potensi kerusuhan,” kata dia.

Alfret juga menekankan pentingnya menjaga kepentingan mahasiswa oleh kedua belah pihak yang bertikai.

“Kami telah memberikan pemahaman kepada semua pihak bahwa kepentingan terbesar adalah mahasiswa. Jika kampus terganggu, mereka tidak dapat menjalani perkuliahan dengan nyaman. Besok, mahasiswa akan kembali kuliah, dan pengertian ini harus dipahami bersama,” jelas dia.

Hingga kini, situasi di kampus dilaporkan tetap terkendali berkat pengamanan ketat aparat kepolisian.

Konflik Universitas Malahayati: Polresta Jaga Kepentingan Mahasiswa
Ratusan personel dari Polresta Bandar Lampung, Brimobda, dan Dit Samapta Polda Lampung dikerahkan untuk menjaga ketat kampus Universitas Malahayati Lampung, Kota Bandar Lampung, pada Senin (7/4/2025). Foto: Josua Napitupulu

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Alih Teknologi (Altek), Musa Bintang, dihadang satpam dan mahasiswa saat hendak melantik Achmad Farich sebagai rektor baru, menggantikan M. Khadafi.

Musa mengonfirmasi bahwa ia telah memberhentikan Khadafi dan menginformasikan keputusan tersebut kepada Dirjen Dikti Kemendikbudristek.

Surat Nomor 0945/B3/DT.03.08/2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pun diterbitkan untuk mengesahkan Achmad Farich sebagai rektor.

Namun, ratusan massa dari Yayasan Altek dan Universitas Malahayati, termasuk yang mengenakan seragam satpam, menolak kedatangan pengurus Yayasan Altek.

Situasi sempat memanas dengan aksi saling dorong dan adu mulut antara pendukung kedua kubu.

Namun, tim pengamanan dari Polresta Bandar Lampung dan Polda Lampung berhasil mengendalikan situasi.

Baca Juga: Polda Lampung Pastikan Situasi di Universitas Malahayati Terkendali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *