Pendidikan » Unbara Gelar Pembekalan PKL Ilmu Pemerintahan untuk Wujudkan Tata Kelola Inovatif

Unbara Gelar Pembekalan PKL Ilmu Pemerintahan untuk Wujudkan Tata Kelola Inovatif

oleh
Unbara Gelar Pembekalan PKL Ilmu Pemerintahan untuk Wujudkan Tata Kelola Inovatif
Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP dan Hukum Universitas Baturaja (Unbara) menggelar acara Pembekalan PKL untuk mahasiswa Tahun Akademik 2024/2025 di Auditorium kampus setempat pada Jumat (11/4/2025). Foto: Dokumentasi Unbara

DASWATI.IDUniversitas Baturaja atau Unbara gelar pembekalan PKL (Praktik Kuliah Lapangan) Ilmu Pemerintahan untuk wujudkan tata kelola inovatif.

Pembekalan PKL untuk Tahun Akademik 2024/2025 digelar oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP dan Hukum Unbara pada Jumat (11/4/2025).

Acara yang berlangsung di Auditorium Unbara ini bertujuan menyamakan persepsi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terkait pelaksanaan PKL, sehingga kegiatan studi lapangan ini dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Yahnu Wiguno Sanyoto, menjelaskan bahwa PKL merupakan bagian wajib kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Melalui PKL, mahasiswa dapat memahami dinamika pemerintahan di masyarakat yang tidak didapat di kelas, sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dan evaluasi terhadap isu-isu pemerintahan,” ujar dia. 

Unbara gelar pembekalan PKL Ilmu Pemerintahan dengan tema “Sinergitas Multisektor dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Inovatif dan Partisipatif.”

PKL ini menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan pemangku kepentingan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial.

Kegiatan akan berlangsung selama delapan hari, mulai 27 April 2024 hingga 4 Mei 2025, di sejumlah lokasi, yaitu Pemerintah Kabupaten Badung, DPRD Kota Denpasar, Desa Wisata Penglipuran (Kabupaten Bangli), Pemerintah Kota Malang, dan Universitas Warmadewa Denpasar.

Dekan FISIP dan Hukum Unbara, Septiana Wulandari, menambahkan bahwa PKL melatih mahasiswa menjadi dinamisator dan problem solver.

“Kegiatan ini memungkinkan mahasiswa belajar bekerja sama sebagai agen perubahan, sekaligus menghasilkan pengalaman berharga untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” katanya saat membuka acara.

Pembekalan yang digelar secara hybrid, tatap muka dan melalui Zoom, menghadirkan dua pemateri, Eva Susanti (Sekretaris Program Studi) dan Aprilia Lestari (Kepala Laboratorium Politik Lokal dan Otonomi Daerah).

Materi mencakup konsep dasar PKL, observasi, perumusan masalah, perencanaan pengabdian masyarakat, pelaporan, serta pola komunikasi dan bidang kajian.

Yahnu berpesan agar mahasiswa serius mengikuti pembekalan untuk mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam menyusun laporan sebagai bagian evaluasi kinerja.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa dan mendukung pengembangan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga: Sayangi OKU vs OKU Kelabu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *