DASWATI.ID – Lampung menghadapi tantangan serius dalam menyeimbangkan pertumbuhan angkatan kerja dengan penyerapan tenaga kerja yang proporsional.
Sebelumnya, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung “Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Lampung 2024” yang dirilis pada 30 Juni 2025 menyebutkan pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dari penyerapan tenaga kerja secara proporsional.
Baca Juga: Angkatan Kerja Lampung 2024: TPT Menurun, Penyerapan Naik
Akademisi Universitas Lampung Bendi Juantara menilai isu tersebut memerlukan perhatian mendalam dari kepala daerah.
Menurut,Bendi Juantara, Pemerintah Provinsi Lampung harus mengambil langkah-langkah luar biasa dalam merumuskan kebijakan yang berdampak nyata, terintegrasi, dan terencana.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal di Provinsi Lampung,” kata dia saat dihubungi dari Bandar Lampung, Jumat (4/7/2025).
Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Bendi, ada dua pilar utama menjadi fokus strategis:
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Bendi menyampaikan peningkatan kualitas SDM angkatan kerja adalah hal yang sangat penting. Ia menekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
“Kolaborasi ini krusial dalam menyusun dan memperluas sertifikasi kompetensi yang relevan, guna menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang,” ujar dia.
Oleh karena itu, tenaga kerja di Lampung harus dibekali dengan keterampilan yang sesuai dengan permintaan industri saat ini dan masa depan.
2. Diversifikasi Sektor Ekonomi
Bendi memandang Provinsi Lampung tidak bisa lagi hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian.
“Diversifikasi sektor ekonomi alternatif dan baru perlu didorong, dengan memanfaatkan potensi geografis dan sumber daya alam yang ada,” kata dia.
Sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan antara lain:
- Industri kreatif dan digital;
- Agroindustri serta pengolahan hasil pertanian/perkebunan;
- Pengembangan industri manufaktur dan kerajinan lokal;
- Pariwisata berbasis budaya dan alam yang sedang berkembang pesat.
Pengembangan sektor-sektor ini diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan lebih banyak lapangan kerja di luar sektor tradisional.
“Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara maksimal, maka akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan peluang penyerapan tenaga kerja baru di Lampung,” jelas Bendi.
Namun, Bendi Juantara mengakui bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah.
Keberhasilan “mengukir masa depan” Lampung akan sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan dalam mewujudkan strategi ekonomi dan pengembangan manusia ini.
“Terutama keseriusan dan konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menciptakan peluang ekonomi baru tersebut,” pungkas dia.
Baca Juga: FISIP Unila Cetak Pengusaha Muda, Dukung Akreditasi

