Lampung » Empat Proyek Andalan Lampung Jaring Modal Asing

Empat Proyek Andalan Lampung Jaring Modal Asing

oleh
Empat Proyek Andalan Lampung Jaring Modal Asing
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin rapat persiapan Lampung Economic Investment Forum (LEIF) 2025 di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin (6/10/2025). Dokumentasi Biro Adpim Lampung

DASWATI.IDPemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung serius mematangkan persiapan penyelenggaraan Lampung Economic Investment Forum (LEIF) 2025.

Forum yang bertujuan menarik calon investor potensial, terutama di bidang Penanaman Modal Asing (PMA) ini akan menawarkan empat proyek strategis andalan dari kabupaten/kota.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung rapat persiapan tersebut di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandar Lampung, pada Senin (6/10/2025).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran penting termasuk Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Lampung, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Biro Perekonomian Lampung, serta perwakilan Forum Investasi Lampung (Foila).

Foila sendiri merupakan wadah koordinasi yang dibentuk sejak 2017 untuk mempercepat akselerasi investasi di Lampung.

Target Bidakara dan Syarat Dokumen Matang

LEIF 2025 direncanakan menjadi yang keempat kalinya diselenggarakan setelah sukses pada edisi 2022. Acara ini diagendakan berlangsung pada 4 November 2025 di Hotel Bidakara Jakarta.

Agendanya antara lain talkshow bersama narasumber, presentasi proyek investasi, hingga sesi one on one meeting antara calon investor dan pemilik proyek.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kesiapan dokumen proyek yang ditawarkan.

Ia menegaskan bahwa dokumen pra-feasibility study harus disiapkan secara lengkap karena investor membutuhkan informasi yang komprehensif.

Mirza menyatakan bahwa LEIF 2025 ini merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi investasi Lampung ke kancah nasional maupun internasional.

“LEIF 2025 bukan sekadar ajang promosi, tetapi wujud keseriusan Pemprov Lampung dalam mendorong investasi, memperkuat hilirisasi, serta membuka lapangan kerja,” kata dia.

Daftar Proyek Unggulan yang Diprioritaskan

Sejumlah proyek strategis dari kabupaten/kota di Lampung akan dipresentasikan dalam forum tersebut. Proyek-proyek unggulan yang diprioritaskan untuk menjaring modal asing tersebut yakni:

  1. Bakauheni Harbour City (Lampung Selatan): Proyek pengembangan ini mencakup pembangunan hotel, resor, pelabuhan marina (marina port), dan area kuliner.
  2. PLTS Terapung Bendungan Way Jepara (Lampung Timur): Proyek sektor energi ini menawarkan potensi energi listrik sebesar 27,4 MW.
  3. AgriPark Kemiling (Bandar Lampung): Proyek yang bergerak di sektor pariwisata dan hospitality.
  4. Kawasan Kota Baru (Provinsi Lampung): Inisiatif strategis yang akan ditawarkan langsung oleh Pemprov Lampung.

Dengan persiapan yang matang dan proyek-proyek yang terperinci, Pemprov Lampung menyatakan optimismenya bahwa LEIF 2025 akan menjadi pintu masuk bagi terwujudnya investasi baru.

Investasi baru ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, meningkatkan daya saing, dan menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia.

Baca Juga: Wilayah Kerja Panas Bumi Danau Ranau Dibuka untuk Investor Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *