DASWATI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis laporan terbaru bertajuk “Statistik Air Bersih Provinsi Lampung 2024” pada Jumat (19/12/2025). Publikasi ini memotret kondisi serta performa industri penyediaan air di wilayah tersebut.
Laporan ini menyajikan data komprehensif hasil Survei Tahunan Perusahaan Air Bersih yang dilakukan pada periode April hingga Juli 2025, mencakup perkembangan kapasitas produksi, jumlah pelanggan, hingga nilai ekonomi yang dihasilkan sepanjang tahun 2024.
Lanskap Industri dan Sumber Air Utama
Berdasarkan data tersebut, terdapat 44 unit perusahaan/usaha air bersih yang beroperasi di Provinsi Lampung, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (PDAM) maupun pihak swasta.
Keberlanjutan pasokan air di “Bumi Ruwa Jurai” ini sangat bergantung pada kondisi alam, di mana sungai menjadi sumber air utama yang digunakan oleh 21 perusahaan (47,73 persen).
Selain sungai, mata air menyumbang kontribusi bagi 14 unit usaha (31,82 persen), sementara 9 unit lainnya (20,45 persen) mengandalkan air tanah.
Dinamika Produksi dan Penyaluran
Meskipun menjadi tumpuan hidup masyarakat, sektor ini mencatatkan penurunan pada sisi kapasitas.
Kapasitas produksi efektif mengalami penurunan sebesar 14,95 persen, dari 1.505 liter per detik pada tahun 2023 menjadi 1.280 liter per detik di tahun 2024.
Penurunan ini selaras dengan volume air yang disalurkan ke pelanggan yang tercatat sebesar 19,42 juta m³, terkoreksi tipis 1,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Bandar Lampung tetap menjadi pusat aktivitas distribusi terbesar, di mana lebih dari separuh (53,37 persen) dari total volume air di tingkat provinsi mengalir ke pelanggan di kota ini.
Secara total, terdapat 91.830 pelanggan di seluruh Lampung, dengan mayoritas sebesar 91,63 persen berasal dari kelompok rumah tangga.
Baca Juga: Lakon Pangan di Tanah Sai Bumi
Kekuatan Tenaga Kerja dan Kontribusi Ekonomi
Operasional distribusi air bersih ini digerakkan oleh 633 pekerja, di mana rata-rata setiap perusahaan menyerap sekitar 14 tenaga kerja.
Dari sisi kualitas sumber daya manusia, tenaga kerja di sektor ini didominasi oleh lulusan SMA (73,62 persen), disusul oleh lulusan Sarjana (22,75 persen) dan Diploma (3,63 persen).
Menariknya, meskipun terjadi penurunan volume produksi, sektor air bersih menunjukkan performa ekonomi yang menguat.
Nilai tambah yang dihasilkan perusahaan air bersih di Lampung pada tahun 2024 mencapai Rp76.916 juta.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 21,17 persen dibandingkan nilai tambah tahun 2023 yang sebesar Rp63.479 juta.
Data berita ini disarikan sepenuhnya dari publikasi resmi BPS Provinsi Lampung yang berjudul “Statistik Air Bersih Provinsi Lampung 2024” (Volume 22, 2025).
Publikasi yang disusun oleh tim BPS Provinsi Lampung ini diharapkan dapat menjadi rujukan akurat bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan sektor air bersih di masa depan.
Data ini mencerminkan dedikasi para “penjaga aliran” dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah dinamika kapasitas alam dan tuntutan ekonomi.

