DASWATI.ID – Provinsi Lampung terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama subsektor peternakan di Indonesia, khususnya untuk wilayah Sumatra.
Berdasarkan laporan “Peternakan Dalam Angka 2025” yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi ini mencatatkan performa yang sangat kontras antara komoditas unggas dan ternak besar.
Di sektor ternak besar, Lampung memimpin populasi sapi potong di Pulau Sumatra dengan proyeksi mencapai 905.322 ekor pada tahun 2025.
Angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan dibandingkan tahun 2023 yang sempat turun di level 726.257 ekor.
Namun, besarnya populasi ini ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.
Lampung diprediksi mengalami defisit daging sapi dan kerbau sebesar 7.969 ton pada tahun 2025, karena produksi lokal hanya mampu menyediakan 18.523 ton dari total kebutuhan 26.492 ton.
Berbanding terbalik dengan kondisi daging sapi, Lampung justru menjadi “raksasa” di sektor unggas dan telur.

Data BPS menunjukkan provinsi ini mengalami surplus telur ayam ras yang sangat besar, yakni mencapai 122.522 ton.
Ketersediaan telur di Lampung mencapai 220.627 ton, jauh melampaui kebutuhan masyarakatnya yang sebesar 98.105 ton.
Tak hanya itu, ketersediaan daging ayam ras pedaging juga mengalami surplus sebesar 42.237 ton.
Aktivitas ekonomi peternakan di Lampung juga tergolong sangat dinamis.
Berdasarkan data Survei Ekonomi Pertanian (SEP2024), sapi potong di Lampung memiliki tingkat penjualan sebesar 42,86% dari stok awal, yang mencerminkan tingginya perputaran ekonomi di sektor ini.
Selain sapi dan unggas, Lampung juga tercatat memiliki populasi kambing yang sangat masif, yaitu mencapai 1.974.609 ekor, serta menjadi wilayah pendukung utama produksi kelinci di luar Pulau Jawa.
Secara keseluruhan, laporan BPS ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran strategis sebagai penopang protein hewani nasional, khususnya dalam mendistribusikan ayam dan telur ke wilayah lain, meski masih harus mendatangkan pasokan daging sapi untuk mencukupi kebutuhan warganya sendiri.
Baca Juga: Kabar Baik! Nilai Tukar Petani Lampung Capai Indeks 130,15

