DASWATI.ID – Provinsi Lampung kembali memperkuat posisinya sebagai gerbang internasional di Pulau Sumatra.
Mulai 12 Februari 2026, maskapai TransNusa resmi melayani penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia guna memastikan status internasional Bandara Radin Inten II tidak terdegradasi.
Baca Juga: Nusantara Membentang dari Landasan ke Pangkuan Dunia
Penerbangan ke negeri jiran ini menghadirkan akses transportasi yang lebih mudah, murah, dan efisien bagi masyarakat Lampung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menekankan pentingnya pemanfaatan jalur ini demi menjaga muruah bandara tersebut di kancah global.
“Kalau bandara internasional tidak digunakan, risikonya bisa turun lagi. Karena itu penerbangan ini harus hidup, harus dipakai masyarakat. Dampaknya langsung: warga tidak perlu lagi ke Jakarta atau Medan,” ujar Bambang, Rabu (11/2/2026).
Solusi Efisien bagi Umrah dan Pekerja Migran
Penerbangan reguler ini dijadwalkan beroperasi setiap Senin dan Kamis untuk rute Lampung–Kuala Lumpur (Malaysia).
Selain membuka akses ke negeri jiran, TransNusa juga menyediakan layanan connecting flight dari Kuala Lumpur menuju Jeddah bagi jamaah umrah.
Selama ini, sekitar 24 ribu jamaah umrah asal Lampung setiap tahunnya harus menempuh jalur darat dan udara yang berlapis. Dengan pintasan udara ini, perjalanan menjadi jauh lebih singkat dan efektif.
“Sekarang jalurnya lebih singkat. Ini menghemat waktu, tenaga, dan biaya masyarakat. Bandara internasional harus terasa manfaatnya di kehidupan sehari-hari,” jelas Bambang.
Selain jamaah umrah, rute ini menjadi angin segar bagi para pekerja migran asal Lampung di Malaysia yang mendambakan kepulangan langsung tanpa harus transit di Jakarta.
Menurut Bambang, kemudahan ini adalah bentuk nyata dalam menghargai warga negara. “Ini soal kemudahan dan martabat warga,” tegas dia.
Misi Pembangunan dan Dukungan Sektor Bisnis
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan kunjungan kerja ke Malaysia yang dirancang sebagai misi pembangunan.
Agenda tersebut mencakup promosi pariwisata, penjajakan kerja sama perdagangan, hingga penguatan layanan bagi para pekerja migran.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta mitra strategis di Malaysia.
Sektor swasta pun menyambut baik rencana ini. Sejumlah asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, dan PPUI telah menyatakan minatnya untuk terlibat dalam pengembangan paket wisata, umrah, maupun kerja sama bisnis lintas negara.
Kunci Keberlanjutan Status Internasional
Pemerintah menegaskan bahwa dukungan luas dari masyarakat adalah kunci utama agar operasional rute ini berkelanjutan.
Pemanfaatan layanan secara aktif akan menjadi faktor penentu agar status internasional Bandara Radin Inten II tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi yang konsisten.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau maskapai. Kalau penerbangan ini diisi dan dimanfaatkan, maka Bandara Radin Inten II akan tetap menjadi bandara internasional yang hidup,” pungkas Bambang.

