Nasional » Menkomdigi Ingatkan Bahaya Fake BTS yang Sasar Titik Macet Mudik

Menkomdigi Ingatkan Bahaya Fake BTS yang Sasar Titik Macet Mudik

oleh
Menkomdigi Ingatkan Bahaya Fake BTS yang Sasar Titik Macet Mudik
PT Hutama Karya (Persero) melaporkan trafik Jalan Tol Trans Sumatera naik 49,89% saat Lebaran 2025, Senin (31/3/2025). Foto: Dokumentasi PT Hutama Karya (Persero)

DASWATI.IDMenteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman pemancar ilegal atau Fake BTS (Base Transceiver Station) yang kerap menyasar titik-titik kemacetan selama arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.

Peringatan ini merupakan bagian dari upaya pengamanan digital nasional untuk memastikan mobilitas publik berjalan aman dan lancar.

Antisipasi Penipuan di Jalur Mudik

Dalam aspek perlindungan publik, Kemkomdigi meningkatkan patroli siber dan spektrum guna mendeteksi Fake BTS yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirimkan pesan penipuan ke ponsel pemudik.

Perangkat ilegal ini diketahui sering beroperasi di wilayah dengan kepadatan tinggi.

“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” tegas Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Siagakan 386 Posko Digital

Untuk mendukung kelancaran komunikasi, Kemkomdigi menyiagakan 386 posko siaga di seluruh Indonesia selama periode 15–29 Maret 2026.

Infrastruktur ini meliputi 5 posko utama serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang beroperasi 24 jam untuk memantau kualitas layanan dan gangguan jaringan secara real-time.

Meutya menekankan bahwa jaringan telekomunikasi adalah tulang punggung mobilitas warga saat mudik.

“Setiap Ramadan dan Idulfitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi,” jelas dia.

Kecepatan Internet dan Keselamatan Transportasi

Selain menjaga kualitas sinyal, Kemkomdigi memperkuat pengawasan spektrum frekuensi demi menjamin keselamatan transportasi udara, perkeretaapian, hingga kereta cepat Whoosh.

Langkah mitigasi ini dilakukan untuk mencegah interferensi frekuensi yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, sebagaimana sempat terjadi pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu.

Pemerintah menargetkan kualitas internet tetap stabil di angka rata-rata 80 Mbps untuk unduh, meningkat jauh dari capaian lebaran tahun 2025 yang hanya 44,75 Mbps.

Dengan pengoptimalan kapasitas dan rekayasa trafik ini, masyarakat diharapkan tetap lancar melakukan transaksi daring, mengakses peta digital, hingga melakukan panggilan video tanpa hambatan.

Kemkomdigi juga memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Hemat: Ada Diskon Tiket dan Mudik Gratis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *