Menjaga Tradisi, Mempererat Harmoni: Malam Imlek Syahdu di Lampung

oleh
Menjaga Tradisi, Mempererat Harmoni: Malam Imlek Syahdu di Lampung
Umat Tionghoa memanjatkan doa kepada Sang Hyang Adi Buddha, dan meminta berkah untuk Tahun Baru Imlek 2026 di Vihara Thay Hin Bio, Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Ribuan warga keturunan Tionghoa di Bandar Lampung menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan penuh khidmat di bawah guyuran hujan yang menyejukkan, Senin (16/2/2026) malam.

Suasana syahdu menyelimuti Vihara Thay Hin Bio, Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, vihara tertua di Lampung, saat umat mulai memanjatkan doa syukur dan harapan untuk tahun Shio Kuda Api.

Guna menjamin kekhusyukan ibadah, Polresta Bandar Lampung mengerahkan 195 personel untuk mengamankan 17 lokasi vihara dan pusat perayaan di Lampung City Mall.

Petugas bersiaga melakukan pengaturan lalu lintas, penjagaan pintu masuk, hingga patroli rutin di sekitar lokasi ibadah.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, menegaskan bahwa pengamanan ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap kebebasan beragama.

“Pengamanan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada umat yang melaksanakan ibadah perayaan Imlek, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan toleransi antarumat beragama.

Tradisi Leluhur di Vihara Tertua

Di Vihara Thay Hin Bio, warga mulai memadati area sejak malam hari untuk melakukan tradisi sembahyang leluhur sebagai simbol penghormatan dan syukur.

Marline, salah satu warga, mengungkapkan bahwa momen ini merupakan tradisi rutin keluarga untuk memohon berkat kesehatan.

“Ini tradisi keluarga karena biasanya kita malam Imlek itu sembahyang untuk berterima kasih atas yang diberikan Tuhan,” kata Marline.

Romo Pandita Vihara Thay Hin Bio, Joni, menyebutkan bahwa pihak vihara telah menyiapkan berbagai peralatan sembahyang, termasuk lilin besar, sejak sebulan lalu.

Ia berharap tahun ini membawa kebaikan bagi semua umat. “Semoga rezeki lancar, bertambah usia, bertambah sehat di tahun kuda api,” tutur dia.

Meskipun hujan turun selama perayaan, masyarakat Tionghoa memaknainya sebagai simbol kesejukan dan keharmonisan hubungan antarmanusia.

Ketua Koko Cici Lampung, Feberlia Nita, menilai energi Shio Kuda Api tahun ini melambangkan kemajuan dan ketangkasan.

“Shio Kuda Api itu biasanya hasilnya tergolong bagus. Jadi semoga hokinya itu seperti kuda lah, selalu lompat tinggi dan jauh,” ujar Feberlia.

Ia menambahkan bahwa kehadiran tokoh masyarakat dalam perayaan ini mempertegas posisi vihara sebagai simbol kerukunan beragama di Lampung.

Melalui momentum ini, ia berpesan agar persatuan dalam bingkai NKRI tetap terjaga kuat.

Baca Juga: Basilika Pertama Indonesia di IKN: Pakai Lonceng Digital dari Belanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *