DASWATI.ID – Gubernur Lampung soroti truk ODOL penyebab jalan rusak. Kapasitas 8 ton dipaksa pikul muatan 40 ton. Pemprov percepat perbaikan jalan di Tulang Bawang, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.
DALAM ARTIKEL:
- Perbaikan Prioritas di Rawa Pitu
- Persiapan Mudik dan Standar Kualitas
- Ekspansi Pembangunan ke Lampung Timur
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), bergerak cepat meninjau kerusakan jalan provinsi di beberapa titik strategis pada Selasa (3/3/2026).
Ia menyoroti fenomena kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) sebagai penyebab utama hancurnya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Fakta mengecewakan terungkap saat peninjauan di ruas Gunung Batin-Daya Murni, Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Jalan yang secara teknis hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton, setiap harinya justru dipaksa memikul beban ratusan truk pengangkut singkong dengan muatan mencapai 30 hingga 40 ton.
Menanggapi hal tersebut, Mirza memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan sektor swasta.
“Sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi itu hanya 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegas dia.
Perbaikan Prioritas di Rawa Pitu
Selain masalah muatan, Mirza juga memprioritaskan perbaikan jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Tulang Bawang.
Jalur sepanjang 31 kilometer ini sangat vital untuk distribusi komoditas padi, sawit, dan karet, namun masyarakat telah menantikan perbaikannya selama tiga dekade.
Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Lampung mengucurkan anggaran sebesar Rp130 miliar guna menangani 13,5 kilometer jalan pada tahun ini.
Mirza menjelaskan bahwa beberapa segmen akan langsung menggunakan metode rigid beton, sementara sisanya diperkuat dengan lapisan dasar (base) agar kendaraan tidak terperosok saat musim hujan.
Tak hanya itu, Pemprov Lampung mempercepat proses lelang dari Mei menjadi awal April agar pengerjaan segera dimulai.
Penduduk Desa Sumber Agung menyambut antusias langkah Gubenur Lampung.
Kepala Desa setempat, Sahel S., mengapresiasi eksekusi luar biasa ini, sementara warga bernama Subari berharap akses yang lancar akan meningkatkan harga komoditas dan kesejahteraan mereka.

Persiapan Mudik dan Standar Kualitas
Sementara itu, di Lampung Tengah, perbaikan jalan juga difokuskan untuk menjamin kenyamanan masyarakat menjelang mudik Lebaran.
Pemerintah melakukan penanganan sementara di ruas sepanjang 12 kilometer yang sudah bertahun-tahun rusak sebelum nantinya dilakukan perbaikan permanen secara menyeluruh.
Mirza pun mewanti-wanti agar spesifikasi teknis pengerjaan tidak dikurangi, terutama ketebalan fondasi bawah yang idealnya 35 sentimeter.
Ia mengungkapkan bahwa perbaikan sepuluh tahun lalu gagal bertahan lama karena spesifikasi yang kurang memadai.
“Kami ingin kualitas jalan terjaga. Tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena ini untuk masyarakat,” ujar Mirza.
Baca Juga: Hasil Kajian Ombudsman: Tata Kelola Jalan Lampung Perlu Dibenahi
Ekspansi Pembangunan ke Lampung Timur
Selanjutnya, perhatian pemerintah juga mengarah ke Lampung Timur melalui peninjauan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menyiapkan dana Rp40 miliar untuk membangun jalan ruas Jabung–Simpang Labuhan Maringgai sepanjang 6,2 kilometer.
Proyek yang direncanakan mulai setelah Lebaran ini akan menggunakan metode rigid beton dan dilengkapi sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air.
“Ruas ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Perbaikannya diharapkan memperlancar distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Jihan.
Seluruh rangkaian pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Lampung untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dengan jalan yang mantap dan berkualitas, pemerintah berharap dapat menekan biaya logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Baca Juga: Awas Lubang! 102 Titik Jalan Rusak Intai Pemudik di Lampung

