Nasional » H-6 Lebaran: 48 Ribu Orang Menyeberang dari Jawa ke Sumatra

H-6 Lebaran: 48 Ribu Orang Menyeberang dari Jawa ke Sumatra

oleh
H-6 Lebaran: 48 Ribu Orang Menyeberang dari Jawa ke Sumatra
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau pelabuhan di Banten, Minggu (15/3/2026). Dokumentasi Kementerian Perhubungan

DASWATI.ID – Menhub Dudy memastikan kelancaran arus mudik di Banten pada H-6 Lebaran. Sebanyak 48.286 orang menyeberang ke Sumatra dengan kondisi ramai lancar.

Sebanyak 48.286 orang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatra pada H-6 Lebaran 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung tiga pelabuhan di Banten untuk memastikan arus mudik tetap aman dan terkendali pada Minggu (15/3/2026).

Pergerakan penumpang ini dibarengi dengan menyeberangnya ribuan kendaraan, mulai dari motor, mobil pribadi, hingga bus dan truk logistik.

Kondisi Pelabuhan Ramai Lancar

Menhub Dudy memantau Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.

Meskipun volume kendaraan meningkat, petugas di lapangan berhasil mengatur arus lalu lintas sehingga tidak terjadi penumpukan di luar pelabuhan.

“Kondisi Pelabuhan BBJ Bojonegara pada Minggu (15/3) malam terpantau ramai-lancar, situasi di pelabuhan secara keseluruhan pun tampak aman dan terkendali,” ujar Menhub Dudy.

Strategi Pengaturan Kendaraan

Pemerintah tetap konsisten menerapkan pembagian pelabuhan berdasarkan golongan kendaraan sesuai kesepakatan bersama.

Kendaraan logistik golongan besar tetap diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk menjaga kelancaran di Pelabuhan Merak.

“Meskipun kondisi di Pelabuhan Merak terbilang lengang, kendaraan logistik golongan 7, 8, dan 9 yang menuju Sumatra tetap akan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara,” tegas Menhub.

Fasilitas Lengkap dan Antisipasi Cuaca

Fasilitas di Pelabuhan Merak dan Ciwandan kini semakin lengkap dengan adanya ruang bermain anak, pos kesehatan, hingga area UMKM untuk kenyamanan pemudik.

Namun, Menhub juga mengingatkan para nahkoda dan masyarakat untuk selalu memantau kondisi alam di Selat Sunda.

“Yang tak kalah penting, saya meminta masyarakat dan seluruh stakeholder untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *