Nasional » Kemenhub Pastikan Transportasi Umum Arus Balik 2026 Layak Operasi

Kemenhub Pastikan Transportasi Umum Arus Balik 2026 Layak Operasi

oleh
Data Mudik 2026: Penumpang di Terminal Rajabasa Naik dari Tahun Lalu
Kedatangan penumpang bus AKDP di Terminal Tipe A Rajabasa Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung, pada arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Kamis (19/3/2026) sore. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Kemenhub memastikan 60.946 armada transportasi umum layak jalan pada arus balik Lebaran 2026 dengan melakukan inspeksi ketat untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan pemilir.

Arus balik Lebaran 2026 kini menjadi fokus utama pemerintah untuk menjamin kepulangan masyarakat yang aman dan lancar.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi dalam kondisi terbaik.

Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang yang kembali ke kota asal mereka (pemilir).

Prioritas Keselamatan dan Kesiapan Armada

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Ia menginstruksikan seluruh operator transportasi untuk mengecek ulang kelaikan setiap armada sebelum berangkat.

“Kami meminta seluruh operator memastikan armada dalam kondisi laik operasi, mematuhi standar keselamatan, serta memerhatikan kondisi cuaca di sepanjang lintasan,” kata Dudy dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Selain kesiapan mesin, kesehatan fisik para awak kendaraan juga harus tetap prima demi menjaga kualitas layanan kepada publik.

Hasil Inspeksi Masif di Semua Moda

Kemenhub Pastikan Transportasi Umum Arus Balik 2026 Layak Operasi

Pemerintah telah melaksanakan pemeriksaan keselamatan atau rampcheck secara besar-besaran di berbagai simpul transportasi.

Hingga tanggal 23 Maret 2026, petugas telah memeriksa 60.946 unit kendaraan umum darat dan 836 kapal laut.

Hasilnya, sektor perkeretaapian menunjukkan tingkat kelaikan tertinggi mencapai 99,78% dari 3.679 sarana yang diperiksa.

Sementara itu, angkutan penyeberangan mencatat tingkat kepatuhan standar sebesar 91,34% dari 232 kapal, dan sektor udara menyiapkan 372 armada pesawat yang siap terbang.

Aturan Ketat Waktu Istirahat Pengemudi

Kelelahan pengemudi menjadi salah satu risiko besar yang diantisipasi oleh Kemenhub melalui regulasi yang ketat.

Operator wajib menyediakan pengemudi cadangan jika perjalanan menempuh waktu lebih dari 8 jam.

Jika tidak ada cadangan, supir wajib beristirahat minimal satu jam sebelum melanjutkan perjalanan demi menjaga fokus dan kondisi fisik.

Menhub juga mengimbau para pengemudi untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan rest area yang telah disediakan secara optimal.

Lonjakan Penumpang dan Kinerja Operasional

Pemudik Angkutan Umum Lebaran Tembus 10,8 Juta Orang

Data Kemenhub mencatat adanya kenaikan signifikan jumlah pengguna angkutan umum sebesar 8,58% dibanding tahun sebelumnya, dengan total mencapai 10.887.584 orang.

Kereta api masih menjadi pilihan favorit masyarakat dengan total 3,3 juta penumpang dan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) yang luar biasa sebesar 97,70%.

Menariknya, kenaikan penumpang tertinggi justru terjadi pada moda penyeberangan yang melonjak hingga 14,01%.

Meskipun volume kendaraan pribadi di jalur arteri dan tol tetap tinggi, situasi di lapangan dilaporkan tetap terkendali dengan baik.

Tips Perjalanan bagi Pemilir

Pemerintah memprediksi puncak arus balik akan jatuh pada tanggal 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.

Untuk menghindari kemacetan parah, masyarakat disarankan merencanakan perjalanan pulang lebih awal dan selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG.

Kemenhub juga mengingatkan warga agar hanya menggunakan angkutan umum resmi demi jaminan keamanan.

“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, operator, dan masyarakat, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” pungkas Dudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *