DASWATI.ID – Dinkes Bandar Lampung menggencarkan imunisasi jemput bola untuk menangani 169 suspek campak yang mayoritas belum divaksin demi menekan penyebaran penyakit.
DALAM ARTIKEL:
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menemukan puluhan kasus suspek campak yang tersebar di berbagai wilayah.
Masalah ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat melalui surat edaran Menteri Kesehatan yang meminta seluruh daerah waspada terhadap lonjakan kasus.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kesiagaan sejak pertengahan Maret 2026.
Ratusan Anak Diduga Terinfeksi
Data dari 31 puskesmas di Bandar Lampung menunjukkan ada sekitar 51 balita yang berstatus suspek campak.
Namun, laporan gabungan dari rumah sakit pemerintah dan swasta mencatat angka yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 169 kasus.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja meskipun aturan resmi dari pimpinan daerah masih disiapkan.
“Meski surat edaran wali kota masih dalam proses, kami tidak menunggu. Kami langsung bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan,” ujar Muhtadi, Selasa (31/3/2026).
Kendala Pemeriksaan Laboratorium
Hingga saat ini, status seluruh pasien tersebut masih berupa suspek karena menunggu hasil tes medis yang pasti.
Petugas harus mengirimkan sampel pemeriksaan ke laboratorium rujukan di luar provinsi, tepatnya di Kota Palembang.
Sambil menunggu hasil laboratorium, puskesmas tetap melakukan penanganan cepat serta pemantauan langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat di lapangan.

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan
Hasil pendataan menunjukkan fakta mengkhawatirkan bahwa mayoritas anak yang sakit ternyata belum pernah mendapatkan imunisasi.
Tercatat sebanyak 104 kasus ditemukan pada anak tanpa imunisasi dan 24 kasus pada anak dengan imunisasi tidak lengkap. Hanya ada 30 kasus yang ditemukan pada anak dengan status imunisasi lengkap.
“Ini menunjukkan bahwa imunisasi campak sangat penting. Efektivitasnya bisa mencapai 97 persen dalam mencegah penyakit,” tegas Muhtadi.
Langkah Jemput Bola ke Warga
Dinkes kini menjalankan program jemput bola untuk mendatangi balita yang belum mendapatkan vaksinasi campak.
Selain itu, pemerintah menggerakkan kader kesehatan, posyandu, hingga Tim Penggerak PKK untuk memberikan edukasi langsung kepada para orangtua.
Masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam agar penyebaran penyakit ini dapat segera ditekan.


