DASWATI.ID – BPS Lampung mencatat penurunan okupansi hotel dan penumpang transportasi pada Februari 2026. Tren lesu ini membayangi pariwisata pasca-libur tahun baru.
Sektor pariwisata Lampung menghadapi tantangan cukup berat pada awal tahun ini.
Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan pada sektor perhotelan dan transportasi sepanjang Februari 2026.
Kondisi ini mencerminkan berakhirnya masa puncak libur akhir tahun dan Tahun Baru.
Okupansi Hotel Merosot
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung hanya mencapai 35,89 persen pada Februari 2026.
Angka ini anjlok 6,34 persen poin dibandingkan Januari 2026 yang sempat menyentuh 42,23 persen.

Jika membandingkan secara tahunan dengan Februari 2025, angka tersebut juga melandai sebesar 1,81 persen poin.
Nasib serupa menimpa hotel nonbintang yang mencatatkan TPK sebesar 20,88 persen.
Pencapaian ini merosot 3,56 persen poin secara bulanan dan turun 1,96 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini menunjukkan bahwa gairah menginap wisatawan di Lampung sedang berada pada titik rendah.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel Adie Prakasa, memberikan gambaran mengenai situasi ini.
“Secara umum, sektor pariwisata Lampung pada Februari 2026 menunjukkan tren penurunan aktivitas hunian kamar hotel, baik pada klasifikasi berbintang maupun nonbintang, baik secara bulanan maupun tahunan,” jelas dia, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, pola ini merupakan hal yang lazim terjadi karena kunjungan wisatawan cenderung berkurang setelah musim liburan berakhir.
Arus Penumpang Melandai

Kelesuan di sektor perhotelan sejalan dengan menurunnya jumlah penumpang di berbagai moda transportasi.
Bandara Raden Inten II hanya melayani 44.144 penumpang pesawat, atau turun tajam 20,02 persen secara bulanan dan turun 1,39 persen secara tahunan.
Sektor laut mengalami kontraksi lebih dalam, di mana Pelabuhan Bakauheni mencatat 33.224 penumpang, anjlok 32,59 persen dari bulan Januari dan merosot 35,30 persen dibandingkan Februari tahun lalu.
Kereta Api Tumbuh Positif
Di tengah tren penurunan, moda transportasi kereta api menjadi satu-satunya yang memberikan sinyal positif secara tahunan.
Stasiun Tanjung Karang mengangkut 74.979 penumpang sepanjang Februari 2026.
Walaupun jumlah ini turun 15,43 persen dibandingkan Januari 2026, secara tahunan justru tumbuh sebesar 12,49 persen.
Data ini mengindikasikan bahwa minat masyarakat Lampung terhadap angkutan kereta api terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.



