DASWATI.ID – Tim SAR gabungan mencari dua mahasiswi yang terseret arus deras Sungai Batu Putu di Wira Garden, Bandar Lampung, setelah debit air sungai naik drastis.
DALAM ARTIKEL:
Peristiwa memilukan menimpa empat mahasiswi saat sedang berkunjung ke kawasan wisata Wira Garden, Bandar Lampung, pada Rabu (1/4/2026) siang.
Arus sungai yang tiba-tiba meluap menyeret mereka hingga mengakibatkan dua orang hilang tertelan arus.
Sementara itu, dua rekan lainnya berhasil menyelamatkan diri dari terjangan air bah tersebut.
Kejadian bermula sekitar pukul 13.05 WIB saat para korban tengah asyik bermain di pinggir Sungai Batu Putu.
Tanpa peringatan, debit air sungai meningkat drastis secara mendadak dan menyapu siapa saja yang ada di sana.
Tim SAR segera meluncur ke lokasi pada pukul 13.15 WIB setelah menerima laporan dari rekan korban untuk memulai operasi penyelamatan.
Pencarian Skala Besar
Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Komandan Tim (Dantim) Rescue, Santosa, menyampaikan operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
“Petugas memeriksa berbagai titik strategis, mulai dari Jembatan Sumur Putri hingga Jembatan Kota Karang yang berjarak 1,5 kilometer dari lokasi awal,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026) malam.
Berbagai peralatan canggih seperti perahu karet dan alat deteksi bawah air dikerahkan untuk menemukan keberadaan korban.
Dua mahasiswi yang masih dalam pencarian adalah Bunga (23), warga Kampung Baru, dan Fatmawati (23), warga Pesawaran.
Di sisi lain, dua korban selamat bernama Rika Yolanda dan Damayanti masih dalam keadaan trauma akibat kejadian tersebut.
“Hingga kini, seluruh unsur penyelamat mulai dari BPBD, Kepolisian, hingga relawan terus bersiaga di lapangan,” tambah Santosa.
Tantangan di Lapangan
Santosa menuturkan hingga Rabu malam sekitar pukul 19.33 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan sementara pencarian pada Rabu malam karena kondisi medan yang semakin sulit.
“Arus sungai yang masih sangat deras dan turunnya hujan di wilayah hulu menjadi kendala utama bagi para penyelam dan tim penyisir,” ungkap dia.
Santosa pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berwisata di dekat sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba,” ujar dia.
Operasi pencarian rencananya akan berlanjut kembali pada Kamis (2/4/2026) pagi dengan jangkauan yang lebih luas.


