DASWATI.ID — Tragedi kebakaran yang merenggut nyawa Muhamad Danta Alkhansa, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) semester tujuh, mencatatkan statistik pilu dalam laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menginformasikan bahwa insiden tragis ini berpusat pada ironi teknologi modern: api yang berasal dari korsleting peralatan live streaming.
“Laporan dari Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, diterima di Mako Tendean pada Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 15.54 WIB,” tutur dia.
Anthony Irawan mencatat, respons petugas kali ini berada dalam batas kecepatan maksimal. Hanya dalam hitungan detik, unit-unit mobil pemadam segera dikeluarkan dari pos.
Unit Karba 017 Pos Siaga Bumi Waras bergerak cepat dan tiba di lokasi kebakaran, Jalan Ikan Nila, Kelurahan Bumi Waras, hanya berselang empat menit setelah laporan diterima, tepat pukul 15.58 WIB. “Response Time 4 menit,” tambah dia.
Namun, kecepatan respons tak mampu menandingi keganasan api yang sudah terlanjur membesar.
Untuk menjinakkan amukan api, Damkarmat mengerahkan total 29 personel dan enam unit mobil pemadam, termasuk Karba 017 dari Pos Siaga Bumi Waras dan Banteng 011 dari Mako Tendean.
Proses pemadaman berlangsung sengit hingga pukul 17.25 WIB dan menghabiskan 15 tangki air.
Anthony menuturkan keterangan seorang saksi mata, Riki, warga setempat, penyebab terjadinya kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik dari peralatan live streaming yang berada di dalam ruangan khusus.

Api yang dipicu oleh “gadget” itu menjalar dengan cepat, menghanguskan seluruh bagian rumah permanen seluas 12×25 meter milik Sutarja (70), seorang Pensiunan PNS.
“Kerugian materiil ditaksir mencapai angka Rp250.000.000,” ungkap Anthony.
Anthony Irawan melaporkan, hasil akhir proses pemadaman tersebut adalah penemuan yang sangat mencekam.
Putra Sutarja, Muhamad Danta Alkhansa, pemuda kelahiran 3 Maret 2004, ditemukan oleh petugas dalam kondisi meninggal dunia.
Posisinya berada di ruang tengah rumah, dengan kondisi tubuh hangus terbakar dan tertimpa reruntuhan genteng.
Danta tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pertanian Semester 7 Unila. Ia korban tunggal dalam musibah tersebut.
“Jenazah Danta telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. A Dadi Tjokrodipo untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” kata Anthony.
Sementara, pihak PLN telah dihubungi guna melakukan pemadaman arus listrik di lokasi kejadian.
“Penyelidikan lebih lanjut atas insiden yang merenggut nyawa pemuda berusia 21 tahun ini akan ditangani oleh pihak yang berwajib,” pungkas Anthony.
Baca Juga: Radar Space Hangus, Damkarmat Bandar Lampung Sebut Human Error

