DASWATI.ID – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin stok BBM aman lewat sistem pasokan dinamis dan akan meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga tiga bulan.
DALAM ARTIKEL:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Pemerintah menjamin distribusi BBM terus berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat sesuai standar operasional yang berlaku.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Indonesia Impor Minyak dari Amerika
Stok BBM Mirip Toren Air
Dalam tayangan siniar Bukan Abuleke di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Bahlil meluruskan anggapan keliru terkait kapasitas stok BBM nasional yang sering disebut hanya cukup untuk 23 hari.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan kapasitas tampung tangki timbun saat ini, bukan berarti pasokan akan habis total dalam waktu tersebut.
Kapasitas tangki penyimpanan di Indonesia saat ini memang terbatas pada angka maksimal 25 hari.
Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, Bahlil mengibaratkan stok BBM seperti sistem kerja tangki air di rumah.
“Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita,” ujar Bahlil.
Dengan pengisian ulang yang terus menerus, masyarakat tidak perlu khawatir minyak akan habis tiba-tiba.

Pasokan Aman dari Berbagai Sumber
Pemerintah menjaga stabilitas stok melalui penggabungan produksi kilang dalam negeri dan kebijakan impor yang terukur.
Bahlil menegaskan bahwa sumber pasokan BBM Indonesia sangat beragam dan tidak hanya bergantung pada satu kawasan saja.
Selain produksi lokal, pemerintah mendatangkan BBM dari berbagai negara untuk memperkuat cadangan nasional.
Strategi diversifikasi ini membuat ketahanan energi Indonesia tetap terjaga meski terjadi konflik di wilayah tertentu seperti Selat Hormuz.
Indonesia juga aktif mengambil pasokan dari negara tetangga untuk memperpendek jalur distribusi.
“Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman,” tambah Bahlil.
Rencana Perluas Kapasitas Simpan
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana memperkuat infrastruktur energi dengan membangun tangki penyimpanan baru.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan ketahanan stok nasional.
Pembangunan fasilitas ini bertujuan agar Indonesia memiliki cadangan yang lebih besar di masa depan.
Pemerintah menargetkan kapasitas penyimpanan baru tersebut mampu menampung stok BBM setidaknya untuk kebutuhan selama tiga bulan.
Standar nasional ini akan menjadi benteng pertahanan energi agar distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri tetap stabil dan tidak terganggu oleh dinamika pasar global.
Baca Juga: Jangan Panik! Pertamina Tambah Suplai LPG Lampung 50 Persen Jelang Lebaran

