Bandar Lampung » Banjir Bandar Lampung: Warga Terdampak, Pemkot dan Pelindo Berseteru

Banjir Bandar Lampung: Warga Terdampak, Pemkot dan Pelindo Berseteru

oleh
Banjir Bandar Lampung: Warga Terdampak, Pemkot dan Pelindo Berseteru
Aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Rabu (23/4/2025). Foto: Istimewa

DASWATI.ID – Banjir bandang yang melanda Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung pada Senin (21/4/2025) menyebabkan 2.371 kepala keluarga terdampak dan tiga warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Banjir ini merupakan kejadian banjir bandang keempat sepanjang tahun 2025, dengan dampak parah di kawasan tersebut.

Baca Juga: BPBD Sebut 2.371 KK Terdampak Banjir di Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menuding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Panjang sebagai penyebab banjir karena menutup saluran drainase dan adanya bangunan yang menutup gorong-gorong sehingga air tidak mengalir lancar.

“Kami telah mengevaluasi situasi di lapangan,” ujar Eva Dwiana didampingi Kapolresta Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay dan Dandim 0410/KBL Letkol Arh Tan Kurniawan, Senin (21/4/2025) lalu. 

“Banyak gorong-gorong dan selokan yang tertutup bangunan di atasnya sehingga menghambat aliran air. Selain itu, saluran air di wilayah yang dikelola PT Pelindo juga tertutup, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar. Kondisi ini berbeda dari biasanya,” jelas dia.

Selain itu, banjir diperparah oleh curah hujan tinggi dan air pasang laut.

“Kami akan bekerja sama dengan PT Pelindo sebagai perusahaan negara untuk mencari solusi terbaik secara kolaboratif dalam mengatasi masalah banjir ini,” kata Eva Dwiana.

Baca Juga: Pemkot Tuding Pelindo Bikin Banjir di Panjang Utara Bandar Lampung 

Pemkot Tuding Pelindo Bikin Banjir di Panjang Utara Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat meninjau lokasi banjir di Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Senin (21/4/2025). Foto: Istimewa

Pelindo Bantah Tudingan Pemkot

PT Pelindo Regional 2 Panjang membantah tudingan tersebut dalam jumpa pers pada Rabu (23/4/2025).

GM Pelindo Imam Rahmiyadi menegaskan bahwa saluran drainase dari pemukiman warga menuju laut berada di luar area pelabuhan dan tidak pernah ditutup oleh Pelindo.

Tembok pengaman pelabuhan yang dianggap menutup drainase telah dibangun sejak 2010 dan tidak menjadi penyebab banjir.

“Pelindo membangun saluran air di dalam tembok pengaman pelabuhan yang telah berdiri sejak 2010 sebagai jalur air menuju laut,” ujar Imam.

Ia menjelaskan tembok tersebut bukan menutup drainase, melainkan bagian dari standar operasional untuk menjaga keamanan kawasan pelabuhan, dan tidak pernah menjadi penyebab banjir.

“Pelindo juga rutin membersihkan drainase di sekitar pelabuhan dan siap berkolaborasi dengan pemerintah kota untuk mitigasi bencana,” tegas Imam.

Baca Juga: Gubernur Perintahkan Eva Dwiana Tertibkan Bangunan Liar Penyebab Banjir 

Kemarahan warga atas penanganan banjir yang dinilai kacau memuncak dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkot Bandar Lampung.

Peserta aksi menuntut solusi konkret dari Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Banjir Bandar Lampung: Warga Terdampak, Pemkot dan Pelindo Berseteru
GM Pelindo Imam Rahmiyadi dalam konferensi pers, Rabu (23/4/2025). Foto: Istimewa

Mereka menilai wali kota bertanggung jawab atas kekacauan penanganan bencana yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda warga.

“Wali kota tidak pernah punya solusi konkret untuk penyelesaian banjir, yang ada hanya meninjau dan memberikan bantuan nasi,” ujar Wahyu, salah satu peserta aksi.

Dia memandang banjir di Panjang Utara terjadi akibat curah hujan tinggi yang membawa volume air besar disertai lumpur dan pasir dari kawasan perbukitan di Kecamatan Panjang.

Kondisi buruk tata kelola ruang terbuka hijau, perusakan bukit, pendangkalan sungai, dan sistem drainase yang buruk memperparah risiko banjir.

“Ruang terbuka hijau yang tersisa hanya 4,5 persen, dan hampir semua bukit rusak akibat penambangan dan alih fungsi lahan. Sampah yang tidak terkelola juga menyumbat saluran air,” tegas Wahyu.

Secara keseluruhan, banjir bandang di Bandar Lampung tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, tetapi juga oleh masalah lingkungan dan tata ruang yang kompleks.

Baca Juga: Banjir Landa Bandar Lampung, Warga: Pembangunan Kota Kacau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *