DASWATI.ID – Masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga barang eceran dalam waktu dekat.
Bank Indonesia (BI) memprakirakan tekanan inflasi di tingkat pedagang ritel akan meningkat signifikan pada tiga bulan mendatang, tepatnya memasuki periode Maret dan April 2026.
Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia edisi Desember 2025, dirilis pada Selasa (10/2/2026), kinerja penjualan eceran di awal tahun 2026 diprakirakan tetap kuat.
Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diprakirakan mencapai level 228,3. Secara tahunan (year on year/yoy), angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 7,9% (yoy), melonjak cukup tajam jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2025 yang sebesar 3,5% (yoy).
Peningkatan ini menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menunjukkan resiliensi yang solid di tengah pergantian tahun.
Normalisasi Musiman Pasca-Libur Akhir Tahun
Meskipun secara tahunan tumbuh mengesankan, penjualan ritel secara bulanan (month to month/mtm) diprakirakan mengalami kontraksi sebesar -0,6% (mtm) pada Januari 2026. Penurunan ini dinilai sebagai pola musiman yang wajar.
BI dalam laporannya menjelaskan bahwa penurunan permintaan masyarakat merupakan dampak dari normalisasi aktivitas konsumsi setelah melewati puncak musim belanja libur Natal, Tahun Baru, dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada bulan Desember.
Realisasi pertumbuhan bulanan pada Desember 2025 sendiri sempat menyentuh angka 3,1% (mtm).

Sektor Pendorong dan Sinyal Kenaikan Harga
Pertumbuhan ritel yang tetap terjaga di bulan Januari didorong oleh performa kuat di beberapa kelompok komoditas.
Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi memimpin dengan pertumbuhan 15,5% (yoy), diikuti oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori sebesar 11,9% (yoy), serta kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 9,7% (yoy).
Namun, tantangan muncul dari sisi biaya hidup. Data BI menunjukkan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk 3 bulan mendatang meningkat menjadi 175,7.
Level indeks yang tinggi ini mengindikasikan pedagang eceran memperkirakan adanya kenaikan harga yang signifikan dalam jangka pendek.
Sebagai perbandingan, tekanan harga untuk 6 bulan ke depan diprakirakan lebih rendah dengan indeks sebesar 156,3.
Optimisme Pelaku Usaha Tetap Terjaga
Di tengah bayang-bayang kenaikan harga, para pedagang eceran tetap optimis memandang prospek bisnis ke depan. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk 3 bulan mendatang tercatat sebesar 146,8.
Hal ini menunjukkan keyakinan pelaku usaha bahwa volume penjualan tetap akan tumbuh positif seiring dengan terjaganya daya beli masyarakat di awal tahun 2026.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Hemat: Ada Diskon Tiket dan Mudik Gratis!

