DASWATI.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan secara aktif menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk melindungi kesehatan generasi muda kota.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak yang bersekolah tetapi juga yang tidak bersekolah sebagai komitmen pemerintah dalam membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dengan target capaian 95% pada tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dr. Muhtadi Arsyad Temenggung.
“BIAS bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi dan mencapai target eliminasi penyakit tertentu,” ujar dia saat dihubungi dari Bandar Lampung, Kamis (14/8/2025).
Program ini mencakup berbagai jenis vaksin yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pendidikan anak:
1. Vaksin MR (Measles Rubella): Diberikan kepada anak kelas 1 (usia 7 tahun) pada bulan Agustus, dengan target 18.095 anak. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah campak dan rubella.
2. Vaksin DT (Difteri Tetanus) dan Td (Tetanus difteri): Akan diberikan kepada anak kelas 2 (usia 8 tahun) dan kelas 3 (usia 9 tahun) masing-masing pada bulan November.
Target sasarannya adalah 18.066 anak untuk kelas 2 dan 18.108 anak untuk kelas 3. Vaksin ini berperan dalam mencegah difteri dan tetanus.
3. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus): Khusus diberikan kepada anak perempuan. Vaksinasi akan dilakukan pada anak perempuan kelas 5 (usia 11 tahun) di bulan November dengan target 18.688 anak, serta anak kelas 6 dan 9 (usia 12 dan 15 tahun) pada bulan Agustus dengan total masing-masing 1.531 dan 8.751 anak.
Vaksin HPV ini penting untuk mendukung eliminasi kanker leher rahim.
“Vaksin HPV khusus diberikan kepada anak perempuan yang belum pernah mendapat dosis pertama,” tambah dr. Muhtadi.
Jangkauan Luas dan Aksesibilitas
Pelaksanaan BIAS direncanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan mencakup jangkauan yang sangat luas.
Program ini menyasar 308 sekolah dasar dan 160 sekolah menengah pertama sederajat di Bandar Lampung.
“Untuk anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah, pendataan sedang dalam proses oleh kecamatan dan puskesmas, dan mereka dapat diimunisasi di pos pelayanan khusus, termasuk rumah singgah, panti asuhan, atau lembaga kesejahteraan sosial,” jelas dr. Muhtadi.
Imunisasi akan diselenggarakan di berbagai lokasi strategis untuk memastikan aksesibilitas, di sekolah, madrasah, pesantren, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, dan poskeskel.
“Bagi anak yang tidak sempat mendapatkan imunisasi pada jadwal utama, kesempatan tetap terbuka untuk melanjutkannya di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain,” kata dr. Muhtadi.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan BIAS di tingkat SMP akan dilakukan bersamaan dengan Program Keluarga Gizi (PKG).
Komitmen Terhadap Kesehatan Masyarakat
Muhtadi menyampaikan seluruh hasil pelayanan imunisasi akan dicatat dan dilaporkan secara komprehensif melalui Aplikasi Satu Sehat dan mekanisme penginputan transaksi vaksin di aplikasi SMILE, demi memastikan data terjaga dengan baik dan akurat.
Program BIAS ini secara nyata merefleksikan komitmen kuat Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, yang merupakan aset penting bagi masa depan kota.
Melalui upaya imunisasi yang terstruktur dan masif ini, diharapkan anak-anak Bandar Lampung dapat tumbuh sehat, terlindungi dari berbagai penyakit, dan siap menyongsong masa depan yang cerah.
Baca Juga: Lampung Siapkan SPPG untuk Makan Bergizi Gratis 2026