DASWATI.ID – Kodam XXI/Radin Inten membawa inovasi teknologi ke persawahan dengan mengintegrasikan drone dan kecerdasan buatan (AI) melalui aplikasi Centurion 21.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong modernisasi pertanian sekaligus mewujudkan lompatan produksi pangan nasional.
Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar pada Selasa (20/1/2026) di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, menjadi panggung bagi implementasi teknologi ini.
Kolaborasi antara TNI, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyasar lahan awal seluas 500 hektare milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kartika Bina Tani.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa pemanfaatan aplikasi Centurion 21 memungkinkan pemetaan lahan melalui drone secara akurat.
Sistem ini mampu melakukan analisis data untuk memprediksi hasil panen serta mendeteksi gangguan tanaman sejak dini.
“Dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan, pertanian Lampung Timur diharapkan semakin efisien dan berdaya saing,” jelas dia.
Target Produksi 12 Ton Per Hektare
Penggunaan teknologi ini bukan tanpa alasan. TNI menargetkan peningkatan produktivitas yang signifikan dari varietas Inpari 32.
“Melalui riset dan pendampingan, kami menargetkan produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” ujar Kristomei.
Dalam operasionalnya, Babinsa bertindak sebagai ujung tombak sekaligus penghubung teknologi bagi para petani di lapangan.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan membuat sektor pertanian di Lampung Timur menjadi lebih efisien dan memiliki daya saing tinggi.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut positif kolaborasi strategis ini. Baginya, kehadiran TNI dan teknologi digital menjadi solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Lampung Timur sendiri merupakan lumbung padi terbesar kedua di Lampung dengan total luas lahan mencapai 55.952 hektare.
“Kolaborasi ini membuat kami optimistis produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” kata Ela.
Program di Way Jepara ini rencananya akan terus diperluas ke kecamatan lain guna memperkuat posisi Lampung sebagai penyangga pangan nasional.
Baca Juga: Kabar Baik! Nilai Tukar Petani Lampung Capai Indeks 130,15

