Nasional » Dari Mesir ke Jakarta: Giliran RI Nakhodai Raksasa Ekonomi D-8

Dari Mesir ke Jakarta: Giliran RI Nakhodai Raksasa Ekonomi D-8

oleh
Dari Mesir ke Jakarta: Giliran RI Nakhodai Raksasa Ekonomi D-8
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan pers sebelum kunjungan kerja ke Mesir, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/12/2025). Dokumentasi Kementerian Pertahanan

DASWATI.ID – Indonesia bersiap mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 (Developing-8) dari Mesir.

Pada 17 Desember 2025 lalu, Presiden RI Prabowo Subianto telah bertolak ke Kairo, Mesir, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 sekaligus menandai dimulainya masa jabatan Indonesia sebagai Ketua D-8 efektif per 1 Januari 2026.

“KTT D-8 ini adalah suatu ajang yang penting dan khususnya sesuai rotasi sekarang ini mulai 1 Januari 2026, Indonesia bergilir akan menjadi Ketua D-8. Oleh karena itu, saya hadir,” tegas Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sebelum keberangkatannya. 

Keketuaan ini akan berlangsung selama periode 2026–2027.

Kekuatan Ekonomi Global South

D-8 bukan sekadar forum diskusi, melainkan blok ekonomi masif yang beranggotakan sembilan negara berkembang: Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turkiye, dan anggota terbaru, Azerbaijan (2025).

Organisasi ini mewakili kekuatan kolektif sekitar 1,3 miliar penduduk dunia dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 5,1 triliun.

Secara strategis, D-8 menempati posisi unik sebagai motor penggerak kerja sama ekonomi Selatan–Selatan yang menghubungkan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Afrika.

Proyeksi internasional bahkan menyebutkan negara-negara D-8 akan menjadi kekuatan ekonomi utama dunia pada tahun 2050.

Dari Mesir ke Jakarta: Giliran RI Nakhodai Raksasa Ekonomi D-8
Dari Mesir ke Jakarta: Giliran RI Nakhodai Raksasa Ekonomi D-8

Jakarta Tuan Rumah KTT D-8 2026

Puncak dari agenda keketuaan ini adalah penyelenggaraan KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada 12-13 April 2026.

Pertemuan ini diharapkan menghasilkan deklarasi bersama untuk memperkuat solidaritas Global South dan pembangunan yang inklusif.

Selain pertemuan antar-kepala negara, Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian acara strategis lainnya, antara lain:

  • Sesi Khusus Palestina: Sebagai bentuk komitmen kemanusiaan dan solidaritas Indonesia di panggung internasional;
  • Halal Expo & Business Forum: Wahana untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal dan jaringan dunia usaha antarnegara anggota.

Navigasi Perubahan Lewat Simbol ‘Jyoti

Membawa tema “Menavigasi Perubahan Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”, Indonesia meluncurkan logo resmi yang memadukan simbol kompas Nusantara dan cahaya penuntun (jyoti).

Logo ini melambangkan optimisme dan arah strategis Indonesia dalam memimpin integrasi ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Indonesia, fokus D-8 akan diarahkan pada lima pilar utama: integrasi perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, transformasi digital, serta penguatan tata kelola organisasi.

Langkah ini sejalan dengan tujuan awal pembentukan D-8 di Istanbul pada 1997, yakni meningkatkan standar hidup masyarakat dan posisi negara anggota dalam ekonomi global.

Baca Juga: Prabowo di WEF 2026: Indonesia Titik Terang Ekonomi Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *