DASWATI.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung secara proaktif melangkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui peluncuran dua inisiatif strategis: Ruang Menghimpun Data (RMD) dan program Aksi Jihan.
Kedua program ini dirancang untuk menyediakan informasi yang transparan, memantau kondisi pendidikan, dan membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih cerah.
RMD sebuah platform daring yang dapat diakses publik, berfungsi sebagai alat komprehensif untuk memantau dan menganalisis berbagai aspek tata kelola regional di Provinsi Lampung.
Dashboard RMD ini menyajikan informasi yang beragam, mencakup visi dan misi Disdikbud Provinsi Lampung yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sumber daya manusia, dan meningkatkan kehidupan masyarakat.
Platform ini juga merinci program kerja, mulai dari pemenuhan hak pendidikan hingga pariwisata.
Secara statistik, RMD menampilkan grafik jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), tingkat kelulusan, pendaftar, dan peserta didik selama tiga tahun terakhir, sekaligus menyajikan rincian jumlah SMA, SMK, dan SLB di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa platform RMD memungkinkan pemantauan kondisi satuan pendidikan secara real-time, mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan, serta melihat rencana aksi yang telah disusun.
“Data pada platform ini diperbarui setiap bulan dan bersifat terbuka untuk umum, memastikan transparansi bagi masyarakat,” kata dia di Bandar Lampung, Senin (4/8/2025).
Selain RMD, Disdikbud Provinsi Lampung juga mengembangkan program unggulan bernama Aksi Jihan, yang dirancang khusus untuk asesmen kompetensi peserta didik.
“Program ini berfungsi untuk mencatat rekam jejak kompetensi siswa, memberikan gambaran yang jelas mengenai kemampuan mereka,” ujar Thomas.
Aksi Jihan digambarkan layaknya “Google Maps” yang membantu peserta didik merencanakan jalur masuk ke perguruan tinggi.
“Sebagai contoh, bagi siswa yang menargetkan masuk ke Universitas Lampung dengan passing grade tertentu, Disdikbud akan melakukan evaluasi melalui uji coba (tryout) untuk mengukur kompetensi mereka,” ungkap Thomas.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, lanjut dia, intervensi atau treatment yang sesuai akan diberikan untuk mendukung pencapaian target akademik siswa.
“Program Aksi Jihan dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan September 2025 dan ditujukan bagi siswa kelas 12 SMA/SMK negeri di seluruh Provinsi Lampung,” kata dia.
Keberhasilan program Aksi Jihan sangat bergantung pada transparansi dan objektivitas satuan pendidikan dalam menilai kompetensi peserta didik.
Transparansi ini krusial karena hasil asesmen berdampak langsung pada siswa dan orangtua, sekaligus mendorong kolaborasi dan motivasi kolektif untuk mencapai hasil optimal.
“Disdikbud akan terus mengawasi pelaksanaan asesmen dan melaporkan hasilnya kepada satuan pendidikan, yang kemudian menjadi dasar untuk merumuskan metode pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan siswa,” ujar Thomas.
Dengan pendekatan komprehensif ini, Disdikbud Provinsi Lampung berharap lulusan SMA/SMK negeri dapat terserap secara maksimal oleh perguruan tinggi negeri menandai tercapainya asa pendidikan di Lampung.
Sebelumnya, pada Rabu, 30 Juli 2025, platform RMD dan Aksi Jihan resmi diperkenalkan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Bandar Lampung.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan berbasis data.
“Ini bentuk akselerasi pendidikan di Lampung. Kami butuh sistem yang adaptif, peka terhadap data, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Mirza.
Kedua aplikasi tersebut akan diintegrasikan dengan program vokasi migran dan kelas cangkok untuk mengukur kesiapan siswa, baik dari aspek akademik maupun keterampilan kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.
Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk evaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan.
Baca Juga: Rapor Pendidikan Lampung 2025: Kualitas, Tantangan, dan Kemajuan

