DASWATI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan pertumbuhan positif pada dua sektor kunci ekonomi daerah, yakni pariwisata dan transportasi, sepanjang bulan Desember 2025.
Geliat aktivitas masyarakat di akhir tahun terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang transportasi dan angka keterisian hotel secara bersamaan.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel, menyampaikan melalui kanal YouTube resmi bahwa industri pariwisata Lampung menunjukkan performa yang menggembirakan, Senin (2/2/2026).
“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 54,44 persen, mengalami kenaikan sebesar 5,51 persen poin dibandingkan bulan November 2025,” ujar dia.
Tren positif ini juga dirasakan oleh hotel non-bintang yang mencatatkan tingkat okupansi sebesar 29,19 persen, naik 3,59 persen poin dari bulan sebelumnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode Desember 2024, angka hotel non-bintang masih mengalami penurunan tipis sebesar 3,67 persen poin.
Lonjakan di sektor perhotelan ini berbanding lurus dengan peningkatan mobilitas penduduk melalui berbagai moda transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
BPS mencatat kenaikan penumpang terjadi secara merata di semua jalur:
- Jalur Udara: Jumlah penumpang pesawat yang berangkat mencapai 63.005 orang, naik 20,93 persen dibandingkan November 2025;
- Jalur Laut: Penumpang kapal tercatat sebanyak 56.938 orang, melonjak 28,13 persen secara bulanan dan naik 9,56 persen dibandingkan tahun lalu;
- Jalur Kereta Api: Moda ini menjadi primadona dengan kenaikan tertinggi, melayani 92.967 orang atau tumbuh pesat 29,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara tahunan, performa transportasi di Lampung pada Desember 2025 menunjukkan hasil yang lebih kuat dibandingkan Desember 2024, di mana penumpang kereta api tumbuh 15,63 persen dan penumpang pesawat naik 5,25 persen.
Laporan BPS Lampung ini menegaskan bahwa mobilitas warga dan aktivitas wisata menjadi penggerak utama ekonomi Lampung di penghujung tahun.
Baca Juga: Bukan Pangan, Tarif Listrik Justru Jadi Biang Kerok Inflasi

