DASWATI.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung atau FISIP Unila cetak pengusaha muda untuk mendukung akreditasi universitas dan fakultas.
FISIP Unila terus aktif menggalakkan program bantuan modal wirausaha bagi mahasiswanya. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan jiwa kewirausahaan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mendukung akreditasi Unggul Unila yang telah mencapai taraf internasional.
“Bantuan modal usaha ini telah berjalan sejak tahun 2022, dengan persentase mahasiswa penerima yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unila, Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, di Bandar Lampung, Rabu (4/6/2025).
Untuk tahun ini, direncanakan akan ada total 50 proposal bantuan yang disetujui, terdiri dari 35 untuk mahasiswa dan 15 untuk organisasi mahasiswa unit kegiatan.
FISIP Unila cetak pengusaha muda. Program ini merupakan salah satu strategi untuk mempersiapkan mahasiswa setelah lulus, khususnya bagi mereka yang tidak terserap di dunia kerja, dengan membekali mereka bantuan modal wirausaha.
“Salah satu indikator penting dalam akreditasi Unggul adalah kemampuan lulusan untuk bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan,” jelas Robi.
Sejauh ini terdapat empat program studi di bawah FISIP Unila yang telah berhasil meraih akreditasi Internasional.
Robi mengungkap keunggulan program bantuan modal wirausaha ini terletak pada persyaratan bahwa seluruh kegiatan wirausaha mahasiswa penerima bantuan harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau terdaftar sah secara kelembagaan.
“Kami harapkan setelah lulus, mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tambah dia.
Di tahun 2025 ini, selain persyaratan NIB, seluruh penerima bantuan modal akan diberikan kemudahan untuk mengurus Perseroan Terbatas (PT) secara mandiri.
“Ada terobosan dari ibu dekan, penerima bantuan modal itu salah satu syaratnya adalah memiliki NIB, tahun ini atas kemurahan hati ibu dekan, seluruh penerima bantuan modal akan diberikan kemudahan untuk mengurus Perseroan Terbatas mandiri,” tutur Robi.
Biaya pengurusan PT ini akan ditanggung oleh FISIP, disesuaikan dengan kemampuan keuangan FISIP.
“Dan secara regulasi itu memungkinkan. Saat ini, proses seleksi untuk program bantuan sedang berlangsung,” kata dia.
Program ini diharapkan dapat memotivasi dan memantik semangat mahasiswa untuk belajar mempersiapkan diri dalam berwirausaha.
Jenis usaha yang didukung pun sangat beragam; pada tahun lalu, sekitar 60 persen didominasi oleh usaha kuliner, 20 persen bergerak di bidang jasa seperti lukisan karikatur, sementara sisanya meliputi penjualan ayam, telur, hingga produk akrilik.
“Bantuan modal ini diberikan dalam bentuk uang tunai dari dana kemahasiswaan agar dapat segera dimanfaatkan dengan segmen usaha yang disesuaikan dengan daya beli agar dapat menjangkau konsumen lebih luas,” pungkas Robi.
Baca Juga: FISIP Unila Dukung Pekerja Migran Kompeten

